Ads
NasionalPemerintahan

MUI Madura Raya Komitmen Lindungi Nilai Moral dengan Dukung RUU Pidana LGBT

syailendraachmad51
×

MUI Madura Raya Komitmen Lindungi Nilai Moral dengan Dukung RUU Pidana LGBT

Sebarkan artikel ini
IMG 20260706 WA0148

PAMEKASAN||TRANSISINEWS — Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Madura Raya menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dengan tema “Memperkuat Peran MUI Dalam Amar Ma’ruf Nahi Mungkar.”

Acara ini berlangsung di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Masaran, Desa Rekkerrek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, pada Ahad (5/7/26).

Rakorwil ini dihadiri oleh para Ketua Umum MUI dari empat kabupaten di Pulau Madura, yaitu KH M Itqan Bushiri (Ketua MUI Sampang), KH Muhammad Makki Nasir (Ketua MUI Bangkalan sekaligus Koordinator MUI Wilayah Madura), KH Ali Rahbini (Ketua MUI Pamekasan), dan KH Moh Shaleh Abdurrahman (Ketua MUI Sumenep).

Selain itu, hadir pula jajaran pengurus harian MUI se-Madura Raya serta pengurus MUI Kecamatan di Kabupaten Pamekasan.

Dalam kesempatan tersebut, MUI se-Madura Raya menyatakan dukungan penuh terhadap langkah MUI Pusat yang tengah menyiapkan Naskah Akademik dan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pidana Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

RUU ini diharapkan dapat segera masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

KH Muhammad Makki Nasir menegaskan, “Kami MUI se-Madura Raya mendukung penuh langkah MUI Pusat dalam menyusun naskah akademik dan RUU Pidana LGBT untuk dimasukkan dan diproses dalam Prolegnas DPR RI.”

Ia juga mendesak DPR RI agar segera menindaklanjuti usulan ini dengan serius dan mengesahkannya sebagai bentuk perlindungan terhadap nilai-nilai moral bangsa.

Menurut Kiai Makki, pengesahan RUU ini sangat penting untuk menjaga moral dan akhlak masyarakat, terutama generasi muda Indonesia.

“Ini merupakan langkah strategis dalam rangka menjaga moral dan akhlak masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kiai Makki menegaskan bahwa hasil Rakorwil ini mencerminkan komitmen bersama para ulama di Madura dalam menyikapi isu-isu sosial yang berkaitan dengan pembinaan moral dan ketahanan keluarga di masyarakat.

Oleh karena itu, MUI Korwil Madura mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menolak dan membentengi keluarga serta lingkungan dari pengaruh LGBT.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya di Madura, agar lebih waspada terhadap berbagai pengaruh yang dapat merusak nilai-nilai moral, sosial, serta ketahanan keluarga di Indonesia,” pungkasnya.(tss)