BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Universitas Bojonegoro (UNIGORO) kembali mencatatkan torehan prestasi membanggakan di bidang akademik.
Berdasarkan pembaruan data Science and Technology Index (SINTA) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi hingga semester I 2026, kampus berkuda putih ini sukses menempati peringkat pertama perguruan tinggi di Kabupaten Bojonegoro berdasarkan indikator SINTA Score Overall.
Dalam pembaruan data berkala tersebut, SINTA Score Overall UNIGORO melesat tajam mencapai angka 94.514, sedangkan untuk SINTA Score Tiga Tahun tercatat berada di angka 55.892.
Capaian impresif ini memperpanjang tren positif peningkatan kinerja riset dan publikasi ilmiah yang terus bergerak naik secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data historis SINTA, perkembangan performa akademik UNIGORO menunjukkan konsistensi yang matang.
Pada tahun 2024 lalu, UNIGORO membukukan SINTA Score Overall sebesar 54.282 dan SINTA Score Tiga Tahun di angka 31.384. Hanya dalam kurun waktu setahun atau pada 2025, angka tersebut melonjak menjadi 74.141 dan 37.918.
Kini, memasuki pembaruan data semester I 2026, kedua indikator utama tersebut kembali meroket ke angka 94.514 dan 55.892.
Jika dikalkulasikan, dalam dua tahun terakhir SINTA Score Overall UNIGORO tumbuh pesat sekitar 74 persen, sementara SINTA Score Tiga Tahun melonjak hingga 78 persen.
Statistik ini menjadi bukti sahih bahwa ekosistem dan budaya riset di lingkungan internal UNIGORO terus tumbuh secara berkelanjutan.
Merujuk pada profil institusi di laman resmi SINTA, kekuatan riset UNIGORO saat ini disokong penuh oleh 102 dosen (author) tangguh yang tersebar di 9 departemen serta aktif mengelola 2 jurnal ilmiah.
Berbekal komposisi SDM tersebut, UNIGORO sukses mengantongi SINTA Score Productivity sebesar 974 dan SINTA Score Productivity Tiga Tahun sebesar 576.
Angka produktivitas yang tinggi dalam menelurkan riset inilah yang mengukuhkan posisi UNIGORO di puncak klasemen perguruan tinggi lokal Bojonegoro.
Lompatan performa juga tercermin dari tren publikasi internasional terindeks Scopus.
Grafik SINTA merekam pada tahun 2023 terdapat 11 artikel terbit, naik menjadi 13 artikel di tahun 2024, dan mencapai puncaknya di angka 19 artikel sepanjang tahun 2025.
Per semester pertama 2026 ini, tercatat sudah ada 11 artikel yang publish, di mana jumlah tersebut diproyeksikan akan terus bertambah hingga akhir tahun nanti.
Secara kumulatif, UNIGORO kini telah mengoleksi 65 dokumen ilmiah yang sukses menembus jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus.
Sebarannya pun sangat kompetitif, yakni 5 artikel bertengger di jurnal Q1, 20 artikel di Q2, 18 artikel di Q3, dan 15 artikel di Q4.
Sementara pada basis data Google Scholar, sumbangsih pemikiran sivitas akademika UNIGORO telah menembus 4.470 dokumen dengan total daya sitasi mencapai 11.878 kali.
Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Arief Januwarso, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran dosen yang menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mendongkrak produktivitas riset kampus.
”Kami mengapresiasi seluruh dosen Universitas Bojonegoro yang terus menghasilkan karya ilmiah dan publikasi penelitian. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya riset yang semakin kuat,” ujar Arief Januwarso.
Guna menjaga api semangat riset tersebut, Arief menegaskan bahwa Yayasan Suyitno berkomitmen penuh memberikan karpet merah bagi peningkatan kualitas SDM dosen melalui program beasiswa internal tingkat lanjut.
”Kami berkomitmen mendukung peningkatan kualitas dosen melalui program beasiswa internal. Kami berharap budaya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terus berkembang sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mendukung visi UNIGORO menjadi kampus berdaya saing internasional,” tambahnya.
Pihaknya berharap capaian prestisius di kancah SINTA ini dapat menjadi bahan bakar motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus memperluas jaringan kolaborasi global, menaikkan kelas publikasi ilmiah, serta melahirkan inovasi terapan yang berdampak langsung bagi kemajuan pembangunan masyarakat, khususnya di Kabupaten Bojonegoro.(red/*)












