Ads
EdukasiRegional

Membaca Arah Inovasi Berbasis Perdesaan: Ikhtiar KKN Unigoro Merajut Tekno-Sosiologis di Kalirejo

syailendraachmad51
×

Membaca Arah Inovasi Berbasis Perdesaan: Ikhtiar KKN Unigoro Merajut Tekno-Sosiologis di Kalirejo

Sebarkan artikel ini
IMG 20260521 WA0029

 

 

​BOJONEGORO||TRANSISINEWS-Sebuah jembatan epistemologis antara teori ruang kuliah dan dinamika sosial pedesaan mulai dipancangkan lewat koordinasi perdana Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bojonegoro (Unigoro).

Bertempat di Kantor Kepala Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro pada Rabu (20/5/2026), momentum ini menjadi ajang konsolidasi gagasan untuk mereduksi program pengabdian yang bersifat superfisial (kulit luar), lalu mengarahkannya pada rancangan kerja yang berbasis pada pemecahan masalah secara empiris dan metodologis.

​Pertemuan lintas sektor ini mendapat respons positif dari jajaran birokrasi Pemerintah Desa Kalirejo.

Dalam ruang diskusi yang mengedepankan prinsip kesetaraan, kedua belah pihak secara intensif memetakan modal sosial (social capital), struktur demografi, hingga residu persoalan yang masih membayangi komunitas lokal.

Formulasi awal ini dinilai sangat vital sebagai langkah sinkronisasi agar program kerja mahasiswa tidak berjalan di ruang hampa, melainkan selaras dengan koridor pembangunan desa yang partisipatif dan berorientasi jangka panjang.

​Kepala Desa Kalirejo, Sri Untari, dalam pokok-pokok pikirannya mengapresiasi kehadiran entitas akademik Unigoro di wilayahnya.

Ia memandang KKN bukan sekadar instrumen kelulusan mahasiswa, melainkan sebuah stimulan luar yang diharapkan mampu memicu emansipasi dan modernisasi tata kelola potensi desa secara inovatif.

​”Kami menaruh harapan besar pada dedikasi mahasiswa KKN Unigoro. Tantangan modernisasi desa hari ini membutuhkan intervensi pemikiran kreatif yang mampu menaikkan kelas potensi lokal serta memperkuat kapasitas warga. Output dari kolaborasi ini harus memiliki napas panjang, bukan sekadar program populis yang usai ketika masa KKN berakhir,” cetus Sri Untari.

​Menjawab tantangan tersebut, Kristianingsih, juru bicara delegasi mahasiswa KKN Unigoro, menggarisbawahi bahwa kehadiran mereka tidak mengusung pendekatan top-down yang patronistik.

Sebaliknya, KKN kali ini membawa misi rekonstruksi sosial di mana mahasiswa bertindak sebagai fasilitator yang belajar dari realitas empiris masyarakat.

​”Terima kasih atas ruang dialektika yang dibuka oleh Pemerintah Desa Kalirejo. Paradigma pengabdian kami adalah asimilasi. Kami datang untuk merekam aspirasi, mendengarkan kebutuhan nyata, dan memposisikan diri sebagai rekan berpikir warga. Target utamanya adalah melahirkan sintesis mutakhir antara literasi ilmiah yang kami bawa dari kampus dengan kearifan lokal (local wisdom) autentik masyarakat Kalirejo, sehingga program yang dieksekusi memiliki ketepatan sasaran yang tinggi,” papar Kristianingsih secara metodologis.

​Pertemuan taktis ini pada akhirnya tidak hanya menelurkan kesepakatan program kerja, tetapi juga berhasil mengikis sekat birokratis melalui pendekatan persuasif yang humanis.

Komunikasi yang cair ini diposisikan sebagai instrumen mitigasi agar seluruh program yang direncanakan mendapat legitimasi dan dukungan penuh dari komunitas lokal.

​Rangkaian koordinasi di Desa Kalirejo ini merefleksikan pentingnya revitalisasi peran perguruan tinggi dalam pembangunan nasional berbasis pinggiran.

Melalui model pengabdian yang terukur dan berbasis kebutuhan riil, KKN Universitas Bojonegoro tidak hanya sekadar mentransfer ilmu, tetapi juga ikut membidani lahirnya desa yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan. (Gz)