Ads
Pemerintahan

Pelopor di Jatim, Pemkab Bojonegoro Cairkan Perdana BLT DBHCHT 2026 bagi Buruh Tembakau

syailendraachmad51
×

Pelopor di Jatim, Pemkab Bojonegoro Cairkan Perdana BLT DBHCHT 2026 bagi Buruh Tembakau

Sebarkan artikel ini
IMG 20260520 100733 copy 1020x765

 

 

BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Langkah nyata dalam menjaga jaring pengaman sosial bagi pekerja industri tembakau kembali digulirkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Melalui Dinas Sosial, Pemkab menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026 yang secara simbolis dipusatkan di Aula Lantai 2 PT Kareb Alam Sejahtera (MPS Dander), Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Rabu (20/5/2026).

​Pemberian kompensasi ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro Dra. Nurul Azizah, M.M., Kepala Dinas Sosial Agus Susetyo Hardiyanto, jajaran Disperinaker, serta perwakilan Kantor Bea Cukai setempat.

​Dalam forum tersebut, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah membeberkan dinamika penganggaran yang mendasari adanya penyesuaian nilai subsidi tahun ini. Penurunan nominal bantuan tersebut merupakan dampak domino dari merosotnya angka dana transfer DBHCHT yang dikucurkan pemerintah pusat ke kas daerah.

IMG 20260520 102803 copy 1020x765
Kebersamaan Wakil Bupati Bojonegoro, Kepala OPD, Beacukai, dan Para perwakilan buruh.

​“Skema transfer dari pusat mengalami kontraksi dari sekitar Rp4,1 triliun pada tahun lalu menjadi hanya Rp3,2 triliun di tahun ini. Kondisi ini berbanding terbalik dengan data buruh pabrik rokok yang justru grafiknya merangkak naik,” papar Nurul Azizah.

​Bila pada tahun sebelumnya anggaran senilai Rp34 miliar dialokasikan untuk 12 ribu pekerja, maka di tahun anggaran 2026 ini, pagu APBD yang diketuk sebesar Rp16 miliar namun harus mengkaver hingga 15.925 penerima manfaat.

“Istilahnya porsi kue anggaran menyusut, namun jumlah warga yang berhak menerima justru bertambah. Agar asas keadilan dan transparansi publik tetap terpenuhi, jatah per orang disesuaikan menjadi Rp875 ribu,” imbuhnya terkait pergeseran nilai bantuan yang pada periode sebelumnya sempat menyentuh Rp1,8 juta.

​Meski demikian, Nurul menegaskan bahwa Bojonegoro termasuk daerah yang beruntung karena memiliki kapasitas fiskal yang kuat untuk mempertahankan program ini sejak akhir tahun 2023, di saat banyak daerah lain tidak mampu memberikan insentif serupa bagi buruh rokok.

​Menambahkan penjelasan teknis, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto menegaskan, pencairan stimulus finansial ini mengacu pada legalitas formal Keputusan Bupati Bojonegoro Nomor 188/412.013/2026 tertanggal 8 Mei 2026.

​Dinsos membagi klaster penyaluran ke dalam dua titik sentral pabrik. Gelombang pertama telah sukses dieksekusi di MPS Padangan pada 13 Mei 2026, disusul gelombang kedua di MPS Dander pada hari ini.

​“Secara akumulatif, total anggaran yang berhasil didistribusikan ke rekening 15.925 buruh rokok se-Kabupaten Bojonegoro pada musim pencairan kali ini menyentuh Rp12,74 miliar,” jelas Agus.

Rasa syukur dan antusiasme tinggi terpancar jelas dari raut wajah para buruh rokok yang menerima langsung pencairan dana tunai tersebut.

IMG 20260520 103945 copy 1020x765
Salah satu buruh rokok yang mendapatkan blt dbhcht dari Pemkab Bojonegoro.

Salah satunya diungkapkan oleh Trisna Indrawati, buruh pelinting asal Kecamatan Kapas yang bekerja di PT Kareb Alam Sejahtera (PT KAS).

Meskipun terdapat penyesuaian nominal pada tahun ini, Trisna mengaku stimulus finansial dari Pemkab Bojonegoro tersebut dirasa sangat tepat momentum dan sangat meringankan beban dapur keluarga.

​”Alhamdulillah, rasanya sangat senang dan bantuan ini sangat membantu. Rencananya uang bansos BLT ini mau saya pakai untuk membayar biaya sekolah anak,” ungkap Trisna dengan penuh binar kebahagiaan.

​Perempuan yang baru satu tahun menggeluti profesi di industri tembakau ini mengaku tidak menyangka bisa ikut terkaver dalam basis data penerima manfaat secepat ini.

Baginya, kinerja dan perhatian jajaran pemerintah daerah di bawah kepemimpinan saat ini patut diacungi jempol karena nyata berpihak pada kesejahteraan wong cilik.

​”Kesannya untuk Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tentu sangat membanggakan. Semoga ke depan Pemkab bisa semakin berinovasi, lebih maju, dan kebijakannya terus berpihak kepada nasib para buruh pabrik,” pungkasnya sembari melempar senyum optimis.(red)