TUBAN||TRANSISINEWS – Upaya peningkatan mutu dan akuntabilitas pendidikan keagamaan terus diperkuat di Kabupaten Tuban. Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Imam Bukori, memimpin langsung tim monitoring dan evaluasi (Monev) Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) Tahun 2025, Sabtu (28/2/2026).
Kegiatan yang menggandeng Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban ini menyasar Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) di tiga kecamatan, yaitu Singgahan, Senori, dan Bangilan.
Selain pengawasan anggaran, tim juga melakukan verifikasi faktual untuk memastikan validitas data kelembagaan.
Imam Bukori menjelaskan bahwa agenda ini bertujuan memastikan pelaksanaan program BOSDA berjalan sesuai petunjuk teknis (juknis).
Verifikasi mencakup kesesuaian jumlah santri, keberadaan tenaga pendidik, hingga kelengkapan administrasi pendukung lainnya.
“Kami ingin memastikan bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, baik untuk operasional pembelajaran maupun peningkatan sarana prasarana di MDT,” ujar Imam Bukori di sela kegiatan.
Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan pemeriksaan mendalam terhadap dokumen laporan penggunaan dana, daftar hadir santri, serta ustadz/ustadzah.
Selain audit dokumen, dilakukan pula dialog interaktif dengan pengelola lembaga untuk memetakan kendala di lapangan.
Tim memberikan arahan teknis agar pengelolaan keuangan dan pelaporan administrasi dilakukan secara tertib dan akuntabel guna menghindari permasalahan hukum di kemudian hari.
Kegiatan di tiga kecamatan tersebut merupakan kelanjutan dari monitoring serupa yang dilaksanakan sehari sebelumnya, Jumat (27/2), di Kecamatan Kerek dan Merakurak.
Dalam dua hari, tim gabungan telah menjangkau total lima kecamatan di wilayah Kabupaten Tuban.
Kemenag Tuban berharap sinergi dengan Dinas Pendidikan ini dapat terus terjaga demi keberlangsungan pendidikan diniyah yang berkualitas.
Peningkatan tata kelola lembaga diyakini akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan keagamaan di Bumi Wali.(red)













