BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus merealisasikan komitmen pemerataan infrastruktur hingga ke tingkat desa. Terbaru, pembangunan jalan poros Desa Manukan, Kecamatan Gayam, telah rampung dikerjakan dengan spesifikasi jalan rigid beton sepanjang 1.436 meter dan lebar 4,5 meter.
Pembangunan yang bersumber dari dana Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) ini dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat setempat dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.
Kepala Desa Manukan, Warngun, menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini tidak lepas dari keterlibatan aktif Tim Pelaksana Kegiatan (Timlak) dari unsur masyarakat.
Menurutnya, penggunaan dana BKKD dilakukan secara bertanggung jawab untuk memastikan kualitas bangunan yang tahan lama.
“Keberhasilan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mengelola dana BKKD dari Pemkab Bojonegoro secara swakelola. Kami berharap program ini berlanjut di tahun 2026 untuk menuntaskan sisa jalan poros desa yang masih sekitar 900 meter,” ujar Warngun.
Dampak positif dari tuntasnya pembangunan jalan ini langsung dirasakan oleh warga, terutama para petani yang kini lebih mudah mendistribusikan hasil panen.
Selain itu, akses mobilitas pendidikan bagi anak-anak sekolah juga menjadi lebih lancar dan aman.
Panut, salah seorang warga Desa Manukan, mengakui bahwa kondisi jalan yang mulus sangat membantu aktivitas ekonomi harian. “Sekarang lebih mudah mengangkut hasil panen dan sangat membantu aktivitas sehari-hari, khususnya bagi petani,” ungkapnya.
Untuk memastikan kualitas pekerjaan, tim dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di lapangan.
Hasil evaluasi menyatakan bahwa fisik jalan rigid beton tersebut telah memenuhi spesifikasi teknis yang ditetapkan, sehingga layak digunakan untuk mendukung percepatan ekonomi di sektor pertanian maupun sektor lainnya.(red)













