BOJONEGORO||TRANSISINEWS– PT Jasa Raharja Cabang Bojonegoro mencatat peningkatan signifikan dalam penyaluran santunan sepanjang tahun 2025. Total santunan yang diberikan kepada korban kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut mencapai angka Rp31,48 miliar, Selasa (6/1/2026).
Peningkatan mencolok terjadi pada santunan biaya perawatan korban luka-luka yang menyentuh angka Rp18,88 miliar, atau naik sebesar 32,37 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pihak Jasa Raharja menilai kenaikan ini dipicu oleh tingkat kompleksitas cedera korban yang memerlukan penanganan medis lebih intensif.
Di sisi lain, santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia tercatat sebesar Rp12,60 miliar. Angka ini justru menunjukkan tren positif dengan penurunan sebesar 3,6 persen dibanding periode sebelumnya. Penurunan fatalitas ini dianggap sebagai indikator membaiknya kesadaran masyarakat serta efektivitas penegakan hukum di jalan raya.
Kepala Cabang PT Jasa Raharja Bojonegoro, Dedy Rachmad, menegaskan bahwa kecepatan dan ketepatan penyaluran santunan merupakan komitmen utama perusahaan sebagai bentuk kehadiran negara bagi korban musibah.
”Sinergi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor utama untuk memastikan layanan santunan berjalan cepat, tepat, dan berkualitas bagi masyarakat,” ujar Dedy Rachmad.
Ke depan, Jasa Raharja Cabang Bojonegoro berencana memperkuat kolaborasi lintas sektor, terutama pada aspek pencegahan melalui edukasi dan kampanye keselamatan berkendara. Fokus utamanya adalah menekan angka kecelakaan sekaligus meminimalisir tingkat fatalitas korban.
”Kami berkomitmen terus menghadirkan layanan yang profesional dan humanis. Harapannya, kualitas pelayanan santunan tetap terjaga dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat yang tertimpa musibah,” pungkasnya.(red)













