Ads
Pemerintahan

Prestasi Gemilang Pemkab Bojonegoro Berhasil Turunkan Stunting, Peringkat 9 se-Jawa Timur

syailendraachmad51
×

Prestasi Gemilang Pemkab Bojonegoro Berhasil Turunkan Stunting, Peringkat 9 se-Jawa Timur

Sebarkan artikel ini
Img 20250625 wa0053

BOJONEGORO||TRANSISINEWS-Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berhasil menunjukkan hasil konkret dalam percepatan penurunan stunting. Berdasarkan Penilaian Kinerja Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) Provinsi Jawa Timur Tahun 2025, Bojonegoro menduduki peringkat ke-9 dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur, naik dari peringkat ke-27 pada tahun sebelumnya.

Skor kinerja juga meningkat dari 109 menjadi 129 poin.

Dalam rangka percepatan penurunan stunting, Pemkab Bojonegoro melakukan intervensi spesifik dan intervensi sensitif.

Intervensi spesifik dilakukan oleh Dinas Kesehatan dengan pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita stunting, kurang gizi, balita gizi buruk, dan ibu hamil kurang energi kronis, serta pemberian tablet tambah darah pada remaja putri untuk menyiapkan calon ibu yang sehat.

Sementara itu, intervensi sensitif dilakukan oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti:

– DP3AKB melakukan pencegahan dengan KB pada pasangan usia subur risiko tinggi dan membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari kader, nakes, dan PKK untuk mendampingi keluarga berisiko stunting.

– Disnakkan melakukan pencegahan melalui program GEMARIKAN (Gerakan gemar makan ikan) dan program Gerimis Madu (gerakan minum susu dan makan daging).

– Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian melakukan program pangan lestari dan penyediaan bahan lokal untuk mendukung PMT lokal.

– DPKPCK melakukan penyediaan sarana dan prasarana air bersih dan sanitasi.

– Dinas Pendidikan melakukan edukasi pada anak sekolah dan orang tua PAUD melalui program Bunda PAUD, serta pemberdayaan masyarakat melalui perannya dalam penimbangan balita tiap bulan di posyandu untuk memantau tumbuh kembang serta mengawal secara dini tanda-tanda stunting baru.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, mengatakan, Harapan ke depan prevalensi stunting terus menurun dan tidak ada stunting baru di Bojonegoro. Untuk mencapai itu tentu sinergi dan kolaborasi semua sektor terkait terus ditingkatkan dalam penanganan dan pencegahan stunting.

“Edukasi gizi ke masyarakat terus dilakukan sebagai pembelajaran juga pemahaman agar bisa secara mandiri lebih tahu dan paham pemenuhan gizi keluarga terutama balita dan ibu hamil, ibu menyusui,” tambahnya. (Sy)