BOJONEGORO||TRANSISINEWS– Proses panjang penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Kota Bojonegoro akhirnya membuahkan hasil manis dan berakhir dengan solusi damai yang disambut penuh syukur oleh para pelaku usaha kecil.
Melalui pendekatan dialogis yang konsisten dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bersama jajaran terkait, para PKL kini resmi memperoleh lokasi baru yang representatif.
Langkah ini memastikan roda perekonomian dan aktivitas perdagangan mereka dapat kembali berjalan dengan aman, tertib, dan nyaman.
Bagi para pedagang, keputusan ini bukan sekadar penyediaan tempat relokasi usaha, melainkan sebuah oase dan harapan baru untuk menjaga keberlangsungan nafkah ekonomi keluarga di tengah tantangan zaman yang kian dinamis.
Sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih, paguyuban PKL menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Bojonegoro. Pemerintah daerah dinilai sangat bijaksana dengan mengedepankan ruang komunikasi serta musyawarah mufakat demi mencari jalan keluar terbaik (win-win solution) selama proses penataan berlangsung.
Menurut para pedagang, kebijakan penataan yang ditempuh pemerintah tidak hanya berfokus pada estetika kota agar lebih tertib, bersih, dan indah, tetapi juga tetap menyentuh sisi kemanusiaan dengan memikirkan nasib serta keberlangsungan hajat hidup masyarakat kecil.
Rasa terima kasih yang mendalam juga dialamatkan kepada Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro, Letkol Inf. Dedy Dwi Wijayanto, S.T. Kehadiran jajaran TNI dinilai menjadi jangkar penting dalam meredam tensi, menjaga situasi wilayah tetap aman, kondusif, serta membawa atmosfer penuh kesejukan sepanjang proses transisi penataan.
Sinergi yang kuat antara aparat, pemerintah, dan warga terbukti mampu mengikis potensi gesekan di lapangan.
Apresiasi serupa mengalir deras untuk Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bojonegoro, Laela Nor Aeny, beserta seluruh personelnya.













