“Berikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan, sumber air, tanah, dan lingkungan. Saya juga berharap potensi lokal yang dimiliki desa dapat dioptimalkan dan dipromosikan sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat,” ujar Bupati Setyo Wahono.
Selain itu, Bupati menyoroti kemampuan generasi muda yang akrab dengan perkembangan teknologi digital.
Dia mendorong para peserta KKN memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi potensi desa, mulai dari destinasi wisata, budaya lokal, hingga produk unggulan UMKM agar semakin dikenal masyarakat luas.
Tak hanya menjalankan program pengabdian, mahasiswa juga diharapkan mampu menghasilkan berbagai temuan dan rekomendasi selama berada di lapangan.
Hasil pengamatan tersebut nantinya dapat menjadi masukan bagi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam menyusun kebijakan pembangunan, khususnya bagi kawasan hutan selatan.
Bupati juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi sejak awal dengan pemerintah desa, perangkat desa, dan masyarakat setempat.
Sinergi yang kuat diyakini menjadi faktor utama agar setiap program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan.
Sebagai simbol dimulainya pengabdian mahasiswa, Bupati Setyo Wahono bersama Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro menyematkan atribut kepada perwakilan peserta KKN Tematik Kolaboratif dan KKN Internasional.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan Universitas Bojonegoro ini, diharapkan kehadiran ratusan mahasiswa mampu menjadi bagian dari solusi berbagai persoalan pembangunan daerah sekaligus mempercepat terwujudnya pembangunan Bojonegoro yang berkelanjutan, berbasis potensi lokal, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. (red/pim)













