Ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar proses administratif atau jenjang karier, melainkan momentum untuk meneguhkan amanah dan memperkuat komitmen pelayanan publik.
”Jabatan adalah sebuah kepercayaan yang harus dijawab dengan kerja nyata, integritas, profesionalisme, serta dedikasi demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Amanah ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Bupati.
Bupati juga mengingatkan agar setiap kebijakan dan penganggaran yang dilakukan oleh pemerintah daerah benar-benar berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat.
Setiap program kerja harus dirancang berdasarkan kebutuhan riil di lapangan, bukan sekadar rutinitas formalitas tahunan.
”Setiap rupiah yang dianggarkan harus mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan hanya melanjutkan kebiasaan lama, tetapi pastikan setiap kebijakan benar-benar menghadirkan manfaat,” tegasnya.
Kepada para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Bupati meminta agar mereka mampu berpikir visioner dan menerjemahkan visi kepala daerah ke dalam program konkret.
Sementara kepada pejabat administrator dan pengawas, ia berpesan untuk memperkuat efektivitas birokrasi, tertib administrasi, serta menjaga akuntabilitas tata kelola pemerintahan.
Perhatian khusus juga diberikan kepada para kepala sekolah yang baru dilantik. Menurut Bupati, kepala sekolah memegang peranan krusial dalam mencetak generasi Bojonegoro yang unggul dan berkarakter, terutama dalam membimbing siswa memanfaatkan teknologi secara bijak di era digital.
Mengakhiri arahannya, Bupati mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk segera beradaptasi dengan lingkungan kerja baru, menjaga loyalitas, serta mempertahankan netralitas sebagai aparatur sipil negara (ASN) demi mewujudkan pelayanan publik yang prima.(sy/*)













