Disela-sela kegiatan para petani juga menyampaikan keterkaitan harga gabah yang saat ini berada di angka Rp6.500 per kilogram (HPP kering sawah), yang sebelumnya menjadi isu nasional juga sebagai program pemerintah pusat guna menunjang kesejahteraan petani serta menjaga ketahanan pangan.
Ahmad Suyono sebagai wakil rakyat menegaskan bahwa swasembada pangan tak kan terwujud tanpa ada campur tangan para petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian Indonesia.
“Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Semua elemen wajib mengawal agar swasembada pangan benar-benar terwujud, khususnya di Bojonegoro”, ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Kita harus memastikan petani mendapatkan sarana produksi yang berkualitas, harga jual yang layak, dan dukungan penuh dari pemerintah,” Tegas Ahmad Suyono.
Kegiatan unik dalam reses kali ini merupakan langkah baru dalam membentuk hubungan emosional dengan masyarakat sebagai wakil rakyat yang berkedudukan sebagai anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro. (sy)













