Sementara itu, Agni menekankan pentingnya aspek interpretasi, interkoneksi, serta riset dalam pengelolaan Geopark. “Baik pemerintah maupun pengelola wisata harus aktif dalam riset, konservasi, dan pendampingan. Selain itu, branding dan promosi melalui media sangat penting dalam membangun daya tarik Geopark Bojonegoro,” jelasnya.
Narasumber ketiga, Reni, menegaskan bahwa pengembangan Geopark harus dilakukan secara kolaboratif. “Geopark adalah proses bersama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, mari kita berkolaborasi dan bersinergi untuk mewujudkan Bojonegoro sebagai destinasi wisata berkelas dunia,” pungkasnya.
Dengan adanya Gedung PIG Geopark Bojonegoro dan berbagai strategi pengembangan yang dibahas dalam sarasehan ini, diharapkan pariwisata berbasis geologi di Bojonegoro semakin berkembang dan mampu menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.(red)













