Kami mencoba konfirmasi kepada pelaksana proyek yang bernama farid, namun upaya komunikasi kami melalui pesan Whatsapp tidak mendapatkan respon positif hanya dibaca saja tanpa memberikan jawaban, bahkan saat kami menyinggung soal papapn informasi publik dan penambalan menggunakan aspal pada beberapa titik proyek jalan beton tanpa mencari tahu penyebab dari pecahan tersebut sehingga terkesan hanya dengan penambalan menggunakan aspal masalah akan selesai.
Tim pelaksana diduga kuat mengabaikan melaksanakan pasca beton sudah dicor yang harusnya ditutup kembali menggunakan plastik ataupun karung goni pada permukaannya. Hal ini bertujuan agar proses pengersan dapat terbentuk dengan sempurna.
Melihat kerusakan Jamula gembong-dempel yang sudah banyak pecah seharusnya proyek tersebut ditolak oleh pihak Bina Marga dan harus di bongkar ulang. Karena bagaimanapun juga program Jamula bukan program main-main yang dikerjakan asal-asalan. Pihak PU Bina Marga harus serius mensikapi hal tersebut. (Ags)













