Nasional

PLN Tanam Ribuan Mangrove, Rehabilitasi Pesisir Tanah Merah dan Menipo di NTT

maksum.afnani1973
×

PLN Tanam Ribuan Mangrove, Rehabilitasi Pesisir Tanah Merah dan Menipo di NTT

Sebarkan artikel ini
Img 20240315 Wa0022

Jakarta || Transisinews  – 15 Maret 2024. PT PLN (Persero) bersinergi dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aksi penanaman 1.000 pohon mangrove dalam peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-41 di Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang pada Kamis (7/3).

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenkomarvest Nani Hendiarti mendukung _stakeholder_ yang turut berkontribusi dalam rehabilitasi mangrove sebagai bagian pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan yang berkelanjutan.

“Hari ini kita memperingati Hari Bakti Rimbawan ke-41 bersama dengan launching program TJSL atau CSR tahun 2024. Hari ini bukan hanya secara seremonial, melainkan bentuk komitmen kita dengan bentuk penanaman mangrove atau rehabilitasi mangrove,” kata Nani.

PJ Gubernur NTT Ayodhia G.L. Kalake menyebut kontribusi Kementerian maupun lembaga, BUMN dan Badan Usaha Milik Swasta berperan penting dalam pengembangan hutan mangrove di wilayahnya. Ayodhia menyampaikan, Pemerintah Provinsi NTT saat ini terus berupaya merehabilitasi hutan mangrove dengan mengembangkan skema _Integrated Area Development_ atau Pembangunan Wilayah Terpadu.

“Kami apresiasi dan berterima kasih kepada Kemenko Marvest serta Kementerian dan lembaga terkait lainnya, BUMN dan Badan Usaha Milik Swasta yang telah memilih NTT sebagai tempat pencanangan Program Rehabilitasi Mangrove Nasional. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau _Corporate Social Responsibillity_ (CSR),” kata Ayodhia.

Rasa syukur juga disampaikan Ketua Kelompok Tani Desa Tanah Merah, Joni Jeheskiel Messakh atas kegiatan penanaman mangrove di desanya tersebut. Kegiatan rehabilitasi Mangrove ini sangat bermanfaat bagi keberlangsungan lingkungan warga setempat.

“Kami sudah dan terus melakukan penanaman mangrove di desa kami. Tidak hanya untuk menahan abrasi, tapi penghasilan kami juga dari mangrove ini. Adanya ekositem yang terbentuk di antaranya kepiting, udang, itu bisa menambah ekonomi kami,” kata Joni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *