Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, saat ini pemkab mempersiapkan Susenas yang dilakukan tanggal 19 Februari. Susenas 2024 akan dilakukan di 27 kecamatan meliputi 290 rumah tangga.
“Yang dilakukan survei menyangkut demografi atau profil, rumah yang ditempati, pengeluaran makanan dan non makanan, bansos, pendidikan yang bersangkutan dan kesehatan,” jelasnya.
Kepala BPS Kabupaten Bojonegoro Kiki Ferdiana menjelaskan, Susenas ada banyak indikator yang dihasilkan. Dari 11 indikator sasaran makro pembangunan, 3 indikator dari Susenas.
“Biasanya Susenas Maret dan September. Karena Maret puasa bisa jadi pola konsumsi berubah, sehingga Susenas dimajukan pada Februari agar konsumsi mewakili konsumsi biasanya atau keadaan normal,” ujarnya.













