BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, secara resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 36 Bojonegoro pada Jumat, 15 Agustus di Gedung Pusdiklat Ngumpakdalem Dander.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan lingkungan sekolah, tata tertib, dan budaya belajar di SRMA 36 Bojonegoro, membentuk kedisiplinan, kerja sama, dan rasa tanggung jawab siswa baru, serta menyukseskan program nasional penguatan pendidikan berbasis asrama.
Dalam sambutannya, Nurul Azizah menyampaikan bahwa momen ini merupakan sebuah sejarah penting dalam upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sesuai dengan cita-cita Presiden Republik Indonesia. Ia juga menyambut baik program Sekolah Rakyat yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, dan berharap anak-anak didik dapat menjadi orang-orang sukses di masa depan.
“Sebagai orang tua, Anda harus berbangga karena anak Anda telah menjadi bagian dari Sekolah Rakyat yang merupakan program unggulan dari pemerintah,” ungkap Nurul Azizah.
Nurul Azizah juga menyampaikan bahwa di Kabupaten Bojonegoro masih banyak anak-anak yang belum bersekolah, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas SDM di daerah tersebut.
Kegiatan MPLS ini diikuti oleh 100 siswa baru dari 25 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, dengan rincian 44 siswa laki-laki dan 56 siswa perempuan. Dengan adanya Sekolah Rakyat ini, diharapkan dapat membentuk generasi muda yang unggul, berkarakter, dan cinta tanah air, serta dapat meningkatkan kualitas SDM di Kabupaten Bojonegoro.
Wakil Bupati Nurul Azizah berpesan kepada anak-anak didik untuk terus bersemangat dalam belajar, memanfaatkan waktu dengan baik, dan menjadi orang-orang sukses di masa depan. Ia juga menekankan pentingnya membentuk mental dan karakter yang disiplin, yang dapat dilakukan dengan paksaan pada awalnya.
Sementara itu, Wali murid, Bapak Anang Harianto, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas adanya Sekolah Rakyat ini. Ia merasa bangga dan bahagia karena anaknya mendapatkan kesempatan untuk bersekolah di Sekolah Rakyat yang gratis dan memiliki fasilitas sarana dan prasarana yang lengkap.
“Dengan adanya Sekolah Rakyat ini, kami tidak lagi pusing memikirkan biaya seragam, LKS, atau kegiatan lainnya. Kami yakin anak-anak kami dapat meningkatkan ilmu dan berkembang dengan baik,” kata Anang.
Dengan demikian, diharapkan Sekolah Rakyat ini dapat menjadi wadah yang tepat untuk membentuk generasi muda yang unggul dan berkarakter, serta dapat meningkatkan kualitas SDM di Kabupaten Bojonegoro.(sy/pim)













