Ads
PemerintahanRagamRegional

Wabup Nurul Azizah Hadiri Sedekah Bumi Desa Kesongo: Luncurkan Pilot Project Padi Gamagora dan Sosialisasi Layanan Sehat

syailendraachmad51
×

Wabup Nurul Azizah Hadiri Sedekah Bumi Desa Kesongo: Luncurkan Pilot Project Padi Gamagora dan Sosialisasi Layanan Sehat

Sebarkan artikel ini
IMG 20260530 WA0180

​Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ninik Susmiati, yang turut hadir mendampingi, menjelaskan secara detail bahwa skema akses layanan kesehatan prima ini sangat mudah.

Warga cukup datang ke Puskesmas setempat dengan hanya membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

​Fasilitas skrining medis gratis ini mencakup 20 jenis pemeriksaan klinis, di antaranya pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, asam urat, rekam kesehatan jantung, hingga deteksi dini berbagai risiko penyakit kronis lainnya.

​“Prinsipnya, jangan menunggu badan jatuh sakit baru pergi memeriksakan diri. Pemkab Bojonegoro sudah menggratiskan layanan cek kesehatan berkala ini di masing-masing Puskesmas. Manfaatkan hak ini agar panjenengan semua tetap sehat, bugar, dan produktif,” jabar Ninik Susmiati.

​Sektor pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian Desa Kesongo juga mendapat suntikan program segar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Zaenal Fanani, membawa angin segar dengan menyosialisasikan langkah inovatif Pemkab dalam mendongkrak produktivitas gabah melalui penggunaan varietas benih padi unggul teranyar, yaitu Gamagora.

​Secara khusus, Zaenal mengumumkan bahwa Desa Kesongo telah dibidik dan ditetapkan sebagai kawasan percontohan nasional untuk penerapan varietas baru tersebut.

​”Desa Kesongo ini nanti secara resmi akan kami jadikan pilot project percontohan budidaya benih padi Gamagora. Target dan harapan besar kami, volume panen padi warga yang tadinya dalam 1 hektare hanya menghasilkan 6 ton, dengan intervensi benih padi Gamagora ini mampu melonjak drastis hingga tembus 8 ton per hektare,” tegas Zaenal Fanani optimis.

​Sebagai puncak prosesi ritual, gunungan raksasa yang berisi hamparan hasil bumi Desa Kesongo dikirab secara kolosal dari kediaman Kepala Desa menuju Punden Agung (Situs Leluhur).

Prosesi berjalan dengan sangat khidmat, sakral, namun tetap meriah.

​Ritual kultural yang mengawinkan nilai spiritual, pelestarian ekologi, dan kebersamaan ini menjadi sinyal penegas bahwa derap pembangunan di Kabupaten Bojonegoro tidak hanya berorientasi pada kemajuan infrastruktur fisik semata, melainkan juga berjalan selaras dengan penjagaan akar jati diri budaya bangsa. (Red/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *