Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan dukungan penuh Pemkab terhadap pengembangan layanan jantung di RSUD Sosodoro.
Pemerintah bahkan mendorong percepatan peningkatan kelas rumah sakit menuju Tipe A, termasuk integrasi penuh layanan onkologi serta perluasan lahan di bagian belakang rumah sakit.
“RSUD Sosodoro sudah menjadi yang terbaik di regional melampaui Tuban, Lamongan, hingga Blora dalam layanan jantung. Kami ingin Sosodoro menjadi pusat layanan jantung yang modern dan lengkap untuk masyarakat,” tegas Wabup.
Direktur RSUD Sosodoro, dr. Ani Pujiningrum, M.Kes, memaparkan bahwa layanan jantung menjadi program prioritas rumah sakit. Dengan pasien jantung yang mencapai lebih dari 30 ribu orang per tahun, kebutuhan penguatan SDM, alat medis, hingga ruang layanan menjadi semakin mendesak.
Atas dukungan kuat Bupati dan Wakil Bupati, target layanan operasi jantung terbuka yang semula ditetapkan untuk 2028 kini dipercepat ke 2027. Langkah tersebut dinilai krusial untuk menjawab tingginya kebutuhan masyarakat dan memperluas jejaring rujukan.
Melalui visitasi ini, manajemen RSUD Sosodoro berharap kerja sama dengan FKUB semakin erat mulai dari transfer keilmuan, pendampingan pendidikan, hingga penguatan standar layanan.
Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, RSUD Sosodoro optimis terus melaju menjadi rumah sakit rujukan jantung yang paripurna, modern, dan setara pusat layanan kardiovaskular besar di Indonesia.(red)













