“Kalau ada warga sakit atau kondisi darurat, ya seperti ini. Harus ditandu ramai-ramai karena kendaraan tidak bisa masuk ke area permukiman,” ujar warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, Camat Kedungadem belum memberikan tanggapan resmi saat dikonfirmasi.
Sementara itu, pihak Pemerintah Desa Tondomulo juga belum berhasil dikonfirmasi terkait kondisi akses jalan di wilayahnya.
Kejadian ini memicu harapan besar dari masyarakat agar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memberikan perhatian serius pada pembangunan infrastruktur di wilayah pinggiran.
Warga menuntut pemenuhan hak pelayanan dasar, khususnya akses kesehatan, agar tidak lagi terhambat oleh buruknya fasilitas jalan.(red)













