“Alhamdulillah setelah mengikuti seleksi hingga tahap akhir, akhirnya Faiz berhasil meyakinkan KPK untuk ikut dalam kegiatan tersebut,” imbuhnya.
Berbagai tahapan seleksi KPK ini mulai seleksi administrasi, wawancara daring, bimtek interaktif, dan presentasi dan wawancara rencana aksi integritas. Sebanyak 50 peserta perwakilan dari seluruh Indonesia ini akan bersinergi mulai 20 Juli 2026 sampai 24 Juli 2026 bertempat di gedung Merah Putih, aclc KPK RI, Bapekom-PU Wilayah IV Bandung, Politeknik STIA LAN RI Jakarta.
Terpisah, Maz Faa berharap dapat mengimplementasikan ilmu, jejaring, dan praktik yang diperoleh dari SINTESIS KPK RI. “Pengalaman yang saya peroleh selama SINTESIS 2026 akan saya bawa pulang untuk dikembangkan melalui gerakan NALAR (Narasi dan Aksi Pemuda Berintegritas),” tandas Maz Faa, mahasiswa S1 Psikologi Universitas Negeri Surabaya ini.
Gerakan NALAR ini berkaitan dengan program edukasi, kampanye, serta kaderisasi agen integritas di Bojonegoro. Dalam jangka panjang, ia juga berkomitmen memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat agar budaya jujur, berintegritas, dan antikorupsi semakin tumbuh serta menjadi karakter generasi muda Bojonegoro. (sy/*)













