Bojonegoro, Transisinews.com – Demonstration plot (demfarm) padi hibrida yang dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro di Desa Bumiayu, Kecamatan Baureno, melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) mencatat lonjakan produksi yang signifikan. Dibandingkan varietas non-hibrida yang selama ini digunakan petani setempat, hasil panen padi hibrida tersebut diketahui jauh lebih tinggi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Zaenal Fanani, menyampaikan bahwa uji lapangan ini membuktikan adanya peningkatan produksi yang nyata ketika petani menggunakan benih hibrida. Umumnya petani di Desa Bumiayu menanam varietas non-hibrida dengan hasil rata-rata sekitar 6 ton per hektare. Akan tetapi pada demfarm musim tanam kedua di bulan September, benih padi hibrida menunjukkan performa yang jauh lebih unggul.
“Dari hasil dem yang dilakukan PPL DKPP, padi hibrida terbukti memberikan kenaikan produksi yang sangat signifikan. Jika sebelumnya hasil non-hibrida hanya berkisar 6 ton per hektare, maka pada uji tanam ini padi hibrida mampu menembus 8,9 ton per hektare,” terang Zaenal Fanani. Sabtu (13/12/2025)













