SURABAYA||TRANSISINEWS – Semangat kekeluargaan dan religiusitas terpancar dalam acara silaturahmi rutin yang digelar oleh Ikatan Keluarga Bani Nunuk (IKBANU).
Kegiatan yang menjadi ajang penguat tali persaudaraan ini berlangsung dengan khidmat dan sukses bertempat di kediaman H. Abd. Syukkur, Jalan Kalianak Timur, Surabaya, Jawa Timur, pada Ahad (28/12/2025).
Acara yang dihadiri oleh lintas generasi keluarga besar ini diawali dengan pembacaan doa dan pembacaan kitab kuning atau tausiyah, menciptakan suasana hangat di tengah lingkungan Kalianak Timur.
Ust. Abdul Hamid AB., selaku pembina acara sekaligus penceramah, dalam tausiyahnya menyoroti pentingnya memaknai kalender Hijriyah dalam kehidupan sehari-hari.
Secara khusus, beliau mengulas kemuliaan bulan Rajab sebagai salah satu momentum penting dalam sejarah Islam.
“Kita harus memahami keistimewaan bulan-bulan Hijriyah. Di dalam bulan Rajab, terdapat peristiwa agung yakni Isra Mikraj, di mana Rasulullah SAW melakukan perjalanan suci untuk menghadap Allah SWT. Ini adalah momentum bagi kita untuk merefleksikan kembali ketaatan kita,” ujar Ust. Abdul Hamid.
Dalam ceramahnya yang menyentuh kalbu, Ust. Abdul Hamid juga memberikan pemantapan mengenai definisi iman.
Beliau menjelaskan bahwa iman secara hakiki adalah tasdiq atau membenarkan dan meyakini dengan sepenuh hati kepada Allah SWT.
Ia menekankan bahwa iman adalah rezeki yang paling berharga dibandingkan harta benda, namun sifatnya sangat eksklusif karena merupakan pemberian langsung dari Allah SWT.
“Rezeki iman itu unik, tidak bisa diwariskan berdasarkan keturunan dan tidak selalu ditentukan oleh lingkungan. Kita belajar dari sejarah bagaimana Abu Jahal dan Abu Lahab tetap dalam kekufuran meski berada dekat dengan lingkaran kenabian. Ini membuktikan bahwa iman adalah murni rezeki dan hidayah dari Sang Pencipta,” tambahnya.
Sebagai penutup, Ust. Abdul Hamid menyampaikan pesan mendalam bagi para generasi muda (regenerasi) Bani Nunuk.
Beliau berharap agar nilai-nilai keislaman dan kekeluargaan yang telah dibangun oleh para sesepuh tidak terputus.
“Harapan kami, generasi penerus dapat istiqomah menjalankan tradisi silaturahmi ini. Semoga kita semua senantiasa diberi kekuatan lahir dan batin untuk tetap teguh dalam iman dan terus merajut persaudaraan di bawah naungan ridha Allah SWT,” pungkasnya. (Tss)













