Beliau menjelaskan bahwa iman secara hakiki adalah tasdiq atau membenarkan dan meyakini dengan sepenuh hati kepada Allah SWT.
Ia menekankan bahwa iman adalah rezeki yang paling berharga dibandingkan harta benda, namun sifatnya sangat eksklusif karena merupakan pemberian langsung dari Allah SWT.
“Rezeki iman itu unik, tidak bisa diwariskan berdasarkan keturunan dan tidak selalu ditentukan oleh lingkungan. Kita belajar dari sejarah bagaimana Abu Jahal dan Abu Lahab tetap dalam kekufuran meski berada dekat dengan lingkaran kenabian. Ini membuktikan bahwa iman adalah murni rezeki dan hidayah dari Sang Pencipta,” tambahnya.
Sebagai penutup, Ust. Abdul Hamid menyampaikan pesan mendalam bagi para generasi muda (regenerasi) Bani Nunuk.
Beliau berharap agar nilai-nilai keislaman dan kekeluargaan yang telah dibangun oleh para sesepuh tidak terputus.
“Harapan kami, generasi penerus dapat istiqomah menjalankan tradisi silaturahmi ini. Semoga kita semua senantiasa diberi kekuatan lahir dan batin untuk tetap teguh dalam iman dan terus merajut persaudaraan di bawah naungan ridha Allah SWT,” pungkasnya. (Tss)













