SURABAYA||TRANSISINEWS – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., selaku Dankogartap III/Surabaya memimpin langsung upacara penyambutan purna tugas Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–PNG Kewilayahan Yonif 521/Dadaha Yodha. Prosesi khidmat ini dipusatkan di Lapangan Satlinlamil 2, Jalan Ujung, Kecamatan Semampir, Surabaya, Rabu (15/7/2026).
Upacara penyambutan ini diikuti sekitar 450 personel militer sebagai bentuk penghormatan tertinggi komando atas keberhasilan para prajurit dalam mengamankan kedaulatan NKRI di tanah Papua sepanjang Tahun Anggaran 2025–2026.
Bertindak sebagai Komandan Upacara dalam momentum krusial ini adalah Letkol Inf Rahadyan Surya M., S.E., M.IP., yang juga menjabat selaku Dansatgas Yonif 521/DY.
Hadir memberikan apresiasi langsung di lapangan, di antaranya Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, Irdam V/Brawijaya Brigjen TNI M. Aidi, Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir, jajaran Forkopimda Jawa Timur, perwakilan TNI AL, serta Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana PD V/Brawijaya.
Dalam amanatnya, Pangdam Mayjen TNI Rudy Saladin menyampaikan rasa syukur dan bangga luar biasa lantaran seluruh personel Satgas Yonif 521/DY berhasil kembali ke pangkalan (home base) dalam kondisi sehat dan selamat tanpa kurang satu apa pun.
Jenderal bintang dua itu secara khusus memuji salah satu aksi heroik dan taktis yang dilakukan oleh personel Satgas di medan operasi, yakni keberhasilan mengevakuasi enam korban personel Pos Satgas Mandala yang terluka akibat eskalasi kerusuhan di wilayah penugasan.
”Keberhasilan ini adalah bukti nyata dari tingginya profesionalisme, loyalitas, kepatuhan pada disiplin tempur, serta ketangguhan mental prajurit dalam menghadapi dinamika ancaman yang sangat dinamis di perbatasan,” tegas Mayjen TNI Rudy Saladin.
Mantan ajudan Presiden RI ini juga menambahkan bahwa kehadiran Satgas Yonif 521/DY di Papua tidak hanya sekadar menjaga patok perbatasan secara fisik.
“Kalian telah menjadi duta sejati TNI yang berhasil menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat, sekaligus aktif membantu pemerintah daerah dalam mengakselerasi kesejahteraan warga perbatasan melalui pendekatan humanis,” imbuhnya.
Menutup arahannya, Pangdam menginstruksikan seluruh jajaran Satgas untuk segera melakukan konsolidasi internal, melakukan inventarisasi dan perawatan terhadap perlengkapan satuan, serta melaksanakan evaluasi menyeluruh.
Prajurit juga diminta untuk cepat beradaptasi kembali dengan lingkungan pangkalan serta memprioritaskan waktu luang bersama keharmonisan keluarga setelah sekian lama ditinggalkan bertugas demi negara.(sy)













