BOJONEGORO||TRANSISINEWS – RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro menggelar Workshop Pengembangan Layanan sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas dan mutu pelayanan kesehatan.
Kegiatan yang berlangsung pada 13–14 Februari 2026 ini merupakan bagian dari implementasi rencana strategis rumah sakit tahun 2025–2029 sekaligus tindak lanjut kerja sama dengan RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Agenda ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, para direktur RSUD, kepala puskesmas se-Kabupaten Bojonegoro, serta tim pengampu layanan dari RSCM.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menekankan bahwa pengembangan layanan rumah sakit berkaitan erat dengan kualitas medis dan keberlanjutan pembiayaan daerah.
Mengingat ruang fiskal dalam Perubahan APBD (P-APBD) 2026 diperkirakan tidak mengalami perubahan signifikan, Wakil Bupati mendorong adanya inovasi untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).
”Jika ruang fiskal terbatas, maka peningkatan PAD harus ditempuh dengan inovasi. Salah satunya melalui pengembangan layanan unggulan rumah sakit,” ujar Nurul Azizah.
Wakil Bupati menjelaskan bahwa layanan seperti Digital Subtraction Angiography (DSA) dan stem cell memiliki potensi besar sebagai layanan rujukan spesialistik.
Dengan pengemasan dan branding yang tepat, layanan tersebut diharapkan menjadi daya tarik bagi pasien sekaligus menjadi sumber pendapatan tambahan bagi rumah sakit.
Di sisi lain, Nurul Azizah juga mengingatkan tantangan pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terkait potensi pengurangan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pusat.
Jika hal tersebut terjadi, beban APBD untuk Universal Health Coverage (UHC) Bojonegoro berpotensi meningkat dari Rp238 miliar menjadi lebih dari Rp270 miliar per tahun.
Meski demikian, apresiasi diberikan atas capaian sektor kesehatan Bojonegoro yang berhasil meningkatkan angka harapan hidup masyarakat dari 72 tahun menjadi 75 tahun.
Keberhasilan ini dinilai sebagai dampak positif dari kebijakan pelayanan kesehatan gratis, optimalisasi mobil siaga desa, serta kemudahan akses layanan hingga tingkat desa.
Direktur RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo, dr. Ani Pujiningrum, memaparkan bahwa workshop ini difokuskan pada tiga layanan prioritas hasil kolaborasi dengan RSCM.
Pertama, pengembangan Cardiac Center untuk penanganan penyakit jantung secara komprehensif. Kedua, penguatan Stroke Center yang terintegrasi dengan layanan DSA. Ketiga, pengembangan layanan stem cell sebagai inovasi terapi regeneratif.
”Melalui workshop ini, manajemen ingin memastikan bahwa pengembangan layanan benar-benar terimplementasi secara bertahap, terukur, dan sesuai dengan standar nasional,” tutur dr. Ani Pujiningrum.
Selain penguatan di tingkat rumah sakit, puskesmas juga ditargetkan untuk lebih masif dalam upaya promotif dan preventif pada tahun 2026, termasuk pelaksanaan cek kesehatan gratis dan eliminasi TBC.
Melalui sinergi ini, RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo diharapkan semakin mantap menjadi pusat rujukan regional yang unggul dan inovatif bagi masyarakat Bojonegoro.(red)













