Selain pemantauan harga, fokus utama sidak ini adalah memastikan LPG subsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.
Pemerintah berupaya meminimalisir potensi antrean panjang maupun kelangkaan di tingkat konsumen bawah dengan memantau alur distribusi dari pangkalan ke pengecer.
Pemkab Bojonegoro juga mendorong Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) untuk mengambil langkah antisipatif melalui penambahan kuota pasokan.
Hal ini dinilai krusial guna menutupi gap lonjakan permintaan yang biasanya terjadi hingga puncaknya saat lebaran nanti.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya berhenti pada sidak kali ini.
Pemantauan intensif akan terus dilakukan secara berkala melalui koordinasi lintas sektor.
Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan jika menemukan adanya praktik kecurangan atau harga yang melampaui batas kewajaran di lapangan.
Dengan langkah-langkah strategis ini, ketersediaan energi diharapkan tetap aman, merata, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat Bojonegoro.(red)













