Ads
Polri

Rawat Harmonisasi Kebinekaan, Polres Bojonegoro Gelar Bakti Religi Serentak di Masjid, Gereja, hingga Klenteng

syailendraachmad51
×

Rawat Harmonisasi Kebinekaan, Polres Bojonegoro Gelar Bakti Religi Serentak di Masjid, Gereja, hingga Klenteng

Sebarkan artikel ini
IMG 20260620 WA0045

​Menurut AKBP Afrian, sinergi yang kokoh antara instansi pengaduan pelayanan, hukum, keamanan, dan para pemuka agama adalah pilar fundamental untuk merawat keharmonisan serta mendeteksi dini potensi gesekan sosial di tengah masyarakat.

​“Kami menghaturkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus masjid, gereja, dan klenteng yang telah memberikan ruang, waktu, dan sambutan hangat untuk agenda Bakti Religi ini. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-80,” ujar AKBP Afrian Satya Permadi di pelataran Masjid Darussalam.

​Perwira menengah dengan dua melati di pundak ini menambahkan, Bakti Religi dirancang sebagai instrumen kepolisian untuk hadir memberikan dampak manfaat yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan publik.

Langkah ini linier dengan semangat dan tagline besar yang diusung pada momentum hari jadi tahun ini, yakni Polri Untuk Masyarakat.

​Melalui komunikasi informal yang terbangun di sela-sela kegiatan kebersihan, korps kepolisian dapat menyerap langsung aspirasi, keluhan pelayanan hukum, maupun masukan terkait situasi kamtibmas dari para tokoh lintas agama.

​“Bakti Religi ini kami hadirkan sebagai bentuk representasi kepedulian sosial Polri terhadap sesama. Ini adalah sarana jembatan kemanusiaan yang paling efektif untuk mempertebal tali silaturahmi antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat akar rumput,” imbuh Kapolres lugas.

​Berdasarkan pantauan dinamis di lapangan, selain menyapu, mengepel, dan melakukan pengecatan ulang pada fasilitas rumah ibadah yang mulai usang, Polres Bojonegoro juga menyerahkan paket bantuan sosial dan tali asih kepada masing-masing pengurus masjid, gereja, dan klenteng.

​Melalui aksi gotong royong lintas keyakinan ini, Hari Bhayangkara ke-80 di Bojonegoro tidak sekadar menjadi perayaan internal korps, melainkan momentum kolektif yang mempertegas potret Bojonegoro sebagai daerah yang aman, kondusif, dan toleran. (red/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *