Ads
InvestigasiPemerintahanPeristiwaPolitik

Polemik Bau Menyengat Pabrik Tembakau di Sukowati, DPRD Bojonegoro Tuntut Tindakan Nyata

syailendraachmad51
×

Polemik Bau Menyengat Pabrik Tembakau di Sukowati, DPRD Bojonegoro Tuntut Tindakan Nyata

Sebarkan artikel ini
Img 20250115 Wa0002

BOJONEGORO||TRANSISI NEWS – Keluhan warga Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, terkait bau menyengat dari pabrik pengolahan tembakau PT Sata Tac Indonesia memicu perhatian serius DPRD Bojonegoro. Inspeksi mendadak (sidak) yang digelar pada Rabu (15/1) mengungkap sejumlah persoalan yang selama ini mengganggu kenyamanan warga dan aktivitas sekolah di sekitar pabrik.

 

Ketua DPRD Bojonegoro, Mitroatin, memimpin langsung sidak tersebut bersama anggota Komisi A. Kunjungan ini sempat diwarnai ketegangan ketika pihak keamanan pabrik menolak kehadiran media. Setelah negosiasi panjang, peliputan akhirnya diperbolehkan, membuka ruang transparansi atas permasalahan yang ada.

 

“Investasi penting, tapi keselamatan dan kesehatan masyarakat lebih utama. Kami tidak ingin ada korban dari dampak operasional pabrik ini,” tegas Mitroatin di sela sidak.

 

Dalam pantauan di lapangan, DPRD menemukan fakta bahwa bau menyengat dari pabrik telah berdampak pada kesehatan warga. Aktivitas belajar di SD Negeri Sukowati dan TK terdekat turut terganggu. Sejumlah warga mengeluhkan pusing hingga mual akibat aroma tak sedap yang diduga berasal dari proses produksi tembakau.

 

“Kami ingin pabrik bertindak cepat. Jangan tunggu warga makin banyak yang sakit,” tegasnya.

 

Menanggapi tuntutan tersebut, Nur Hidayat dari pihak manajemen PT Sata Tac Indonesia mengklaim telah berupaya menjalin komunikasi dengan warga dan pihak sekolah. Ia menyebutkan bahwa kompensasi berupa kipas angin hingga AC telah disiapkan.

 

Namun, pernyataan itu dibantah oleh pihak sekolah yang mengaku belum menerima komunikasi resmi terkait pemberian kompensasi.

 

“Kalau tidak ada komunikasi yang jelas, bagaimana kami bisa menerima bantuan itu?” ujar salah satu guru di SD Negeri Sukowati.

 

DPRD Bojonegoro berjanji akan terus memantau perkembangan kasus ini hingga tuntas. Mereka juga berencana memanggil pemilik pabrik untuk merumuskan solusi komprehensif.

 

Sementara itu, warga Desa Sukowati berharap pemerintah segera mengambil tindakan konkret agar permasalahan bau menyengat ini tidak berlarut-larut. “Kami hanya ingin bisa hidup nyaman tanpa khawatir bau menyengat tiap hari,” keluh seorang warga, Suwarno.

 

Permasalahan ini menjadi ujian bagi pemerintah dan dunia industri di Bojonegoro untuk menyeimbangkan investasi dengan kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat.(sy/red)