Talkshow ini juga menyoroti tantangan era digital, khususnya penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Jurnalis diingatkan untuk tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi AI dalam menulis berita karena risiko informasi keliru yang dapat merusak kredibilitas.
Proses konfirmasi informasi tetap menjadi pilar utama yang tidak bisa digantikan oleh mesin.
Selain itu, dibahas pula pentingnya sinergi antara media dan Kominfo dalam mendiseminasikan program Pemerintah Kabupaten Bojonegoro secara utuh.
Media diharapkan menjadi rujukan informasi yang terpercaya bagi masyarakat, bukan sekadar mengikuti isu yang belum terverifikasi di media sosial.
Melalui momentum HPN 2026 ini, PWI Bojonegoro mengajak seluruh insan pers untuk terus meningkatkan kompetensi dan komitmen terhadap kode etik demi menghadirkan pemberitaan yang akurat, sehat, dan dapat dipercaya oleh seluruh lapisan masyarakat.(red)













