Dalam arahannya, Wabup Nurul Azizah menggarisbawahi urgensi pemenuhan hak anak dan pentingnya mempersiapkan fondasi karakter generasi muda sejak dini sebagai calon pemegang tongkat estafet kepemimpinan daerah.
“Anak-anak kita hari ini adalah tunas bangsa dan generasi penerus Kabupaten Bojonegoro di masa depan. Oleh karena itu, mereka wajib dibekali dengan kecukupan ilmu pengetahuan, stimulasi motorik, serta pembentukan mental yang kuat sejak bangku usia dini,” tegas Nurul Azizah.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memikul tanggung jawab moral yang besar dalam mengarsiteki lahirnya generasi yang unggul, visioner, kreatif, dan memiliki daya saing tinggi untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Pemkab Bojonegoro berkomitmen penuh untuk terus memfasilitasi dan menjadi jembatan estafet dalam mencetak generasi terbaik. Kita ingin mereka tumbuh menjadi pribadi yang sukses, berkarakter, dan membawa kemajuan signifikan bagi bumi Angling Dharma,” imbuhnya optimis.
Lebih lanjut, Nurul Azizah menilai bahwa pembentukan karakter anak tidak boleh melulu bertumpu pada jalur pendidikan formal di dalam ruang kelas sekolah.
Giat kreatif di luar sekolah seperti festival lomba anak ini dinilai sangat efektif dalam merangsang sistem motorik halus, mempertajam daya pikir kritis, melatih fokus, hingga memperluas kapasitas adaptasi sosial anak.
Festival Hari Anak Nasional ini pun sukses menjadi salah satu langkah taktis yang sarat makna dari Pemkab Bojonegoro dalam mendukung tumbuh kembang anak secara berimbang.
Selain menyediakan panggung berekspresi secara bebas dan sehat, kegiatan ini menjadi bukti autentik kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan perhatian khusus terhadap ekosistem dunia anak.
Melalui stimulus festival ini, ke depan diharapkan bakal lahir tunas-tunas muda Bojonegoro yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kaya akan kreativitas, bermental baja, percaya diri, dan siap membawa daerah menjadi jauh lebih maju serta inklusif di masa depan.(red/pim)













