Ads
Nasional

PCNU Sampang Kecam Trans7 atas Tayangan yang Dinilai Melecehkan Ulama dan Pesantren

syailendraachmad51
×

PCNU Sampang Kecam Trans7 atas Tayangan yang Dinilai Melecehkan Ulama dan Pesantren

Sebarkan artikel ini
Desaintanpajudul 20251016 170405 0000 copy 819x559

SAMPANG||TRANSISINEWS– Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mengecam keras stasiun televisi Trans7 atas tayangan program “Expose Uncensored” yang dianggap melecehkan ulama dan pesantren.

Dalam pernyataan resminya, PCNU Sampang menilai bahwa tayangan tersebut telah mem-framing negatif Pengasuh Ponpes Lirboyo KH. Anwar Mansur, komunitas pesantren, dan Nahdlatul Ulama. (14/10)

Ketua PCNU Sampang, KH Moh. Itqon Bushiri, menyatakan bahwa pihaknya sangat terluka dan kecewa atas tayangan tersebut.

Menurutnya, program itu telah melukai perasaan umat Islam dan melecehkan para ulama pesantren.

“Kami, atas nama warga nahdliyin, umat muslim, dan pesantren merasa sangat terluka dan kecewa dengan tayangan Trans7 di program Expose Uncensored yang mem-framming negatif Hadratus Syaikh KH. Anwar Mansur dan komunitas pesantren serta NU,” ujar KH Moh. Itqon Bushiri.

*Empat Tuntutan Resmi*

Dalam pernyataan tersebut, PCNU Sampang menyampaikan empat tuntutan resmi kepada pihak Trans7 dan lembaga terkait, yaitu:

 

1. *Meminta Maaf*: Meminta Trans7 meminta maaf secara terbuka kepada para masyayikh pondok pesantren.

2. *Sanksi terhadap Tim Produksi*: Menindak tegas seluruh pihak yang terlibat, termasuk pembuat konten, penyiar, dan tim produksi.

3. *Penghapusan Program*: Menghapus program “Expose Uncensored” dari Trans7.

4. *Sanksi dari Lembaga terkait*: Meminta KPI, KPID, dan Dewan Pers memberikan sanksi tegas kepada Trans7 dan melakukan pengawasan ketat terhadap konten yang mengandung SARA, ujaran kebencian, dan framing jahat terhadap pesantren.

“Kami berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi semua media untuk lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menyajikan konten,” ucap KH Moh. Itqon Bushiri.(tss)