Ads
Pemerintahan

Para Perajin Batik Bojonegoro Unjuk Karya di BFF 2024, Dekranasda Terus Dorong Perluas Pasar

syailendraachmad51
×

Para Perajin Batik Bojonegoro Unjuk Karya di BFF 2024, Dekranasda Terus Dorong Perluas Pasar

Sebarkan artikel ini
Pgjmsxpwshadkxmp

BOJONEGORO||TRANSISI NEWS -Para pelaku usaha batik di Kabupaten Bojonegoro memanfaatkan momen Batik Fashion Fair (BFF) 2024 di Surabaya sebagai ajang unjuk karya. Berbagai motif batik khas Bojonegoro hadir dalam event bergengsi di Grand City Mall Surabaya tersebut.

Batik motif godong jati khas Bojonegoro menjadi salah batik yang diminati pengunjung. Batik-batik khas yang dikenal dengan batik Jonegoroan mendatangkan berbagai produk desain dan motif terkini, baik tradisional, etnik, maupun modern.

Saat di pameran, Penjabat (Pj) Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro Dian Adiyanti, Rabu (13/11/2024) menuturkan, BFF menjadi strategi meningkatkan pasar produk UMKM Bojonegoro.

“Alhamdulillah pengalaman dan jejaring para perajin merambah luas, batik Bojonegoro semakin dikenal luas,” katanya.

Lebih lanjut, Pj Ketua Dekranasda Bojonegoro, menuturkan pemkab terus mensupport para pengrajin untuk terus berkembang. Ia berharap, hasil dari BFF semakin menyejahterakan para pengrajin.

Sementara itu, salah satu perajin batik Jonegoroan dari brand Batik’e Seto (BeSt), Seto Utoro menuturkan, pihaknya membawa batik painting dan ecoprint. “Selain itu, dari para pengerajin lainnya turut membawa produk kerajinan lainnya. Ada yang berbahan kayu, produk makanan khas Bojonegoro, dan hingga sejumlah produk handmade lainnya,” kata Seto saat di pameran.

Pada BFF 2024 ini, Pemkab Bojonegoro bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bojonegoro ikut menyemarakkan dengan mengirimkan perwakilan. Karena Bojonegoro memiliki banyak perajin dengan produk yang berkualitas.

Lebih lanjut, Seto menuturkan, ia memiliki sejumlah koleksi batik yang diklasifikasikan berdasarkan motif, cara pengerjaan, dan jenis perwarnaan. “Dari perwarnaan, kami secara khusus membawa batik alami seperti perwarnaan dari daun Ketapang, kayu secang hingga kayu mahoni,” katanya.

 

Tak hanya pewarnaan alami, Seto juga membawa batik semi tulis dengan motif beragam. Yakni mulai motif thengul, tembakau, mliwis hingga rosela. “Bojonegoro memiliki lebih dari 20 motif ikonik. Motif ini tidak hanya diminati masyarakat Bojonegoro saja, namun juga diminati semua masyarakat dari luar,” katanya.

 

Motif godong jati adalah salah satu motif paling disukai konsumen. Motif ini menggambarkan daun jati yang lebar. Motif ini sebagai lambang tumbuh suburnya pohon jati di Kabupaten Bojonegoro. Dan ini selaras dengan berkembangnya sentra-sentra kerajinan kayu jati. Apalagi, motif ini juga sudah dikenal hingga mancanegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *