BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro resmi memulai rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2027.
Kegiatan ini berlangsung di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Jumat (27/03/2026).
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan bahwa fokus utama pembangunan ke depan akan dititikberatkan pada sektor pertanian, kesehatan, tata kelola manajemen air, serta kelestarian lingkungan.
Ia meminta seluruh pihak memberikan usulan yang konstruktif dan solutif dengan mempertimbangkan skala prioritas di tengah keterbatasan anggaran.
Pentingnya efisiensi dan peningkatan pendapatan daerah di tengah kondisi ekonomi saat ini menjadi penekanan utama.
Musrenbang dinilai sebagai tahapan krusial untuk menciptakan pembangunan daerah yang partisipatif, transparan, dan akuntabel sehingga program yang dijalankan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, Helmy Elisabeth, mengungkapkan bahwa total usulan yang masuk mencapai 3.068 poin.
Usulan tersebut terdiri dari 1.734 pokok pikiran (Pokir) DPRD, 1.293 usulan tingkat desa/kelurahan, 41 usulan instansi vertikal, serta 302 usulan yang diarahkan ke tingkat Provinsi.
Ketua DPRD Bojonegoro, Abdulloh Umar, menyebutkan bahwa forum ini berfungsi sebagai ruang konsultasi publik untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat.
Proses negosiasi, harmonisasi, dan rekonsiliasi antara pemerintah dengan pemangku kepentingan diharapkan mampu mencapai konsensus mengenai prioritas pembangunan tahun 2027.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Bojonegoro, Edi Susanto, memaparkan transformasi lima isu strategis RPJMD 2025-2029.
Isu tersebut meliputi pengentasan kemiskinan dan pengangguran, penguatan SDM unggul, transformasi ekonomi berkelanjutan, kelestarian lingkungan terhadap bencana, serta tata kelola pemerintahan yang berkualitas.
Pembangunan Bojonegoro tahun 2027 mengusung tema ‘Perkuatan Ekonomi Bernilai Tambah dan Berkelanjutan, SDM Berkarakter, dan Tata Kelola Inklusif untuk Bojonegoro Bahagia, Makmur dan Membanggakan’.
Sinergi antara jajaran Forkopimda dan seluruh elemen daerah diharapkan terus terjaga demi kelancaran tahapan RKPD mendatang.(red)













