Usulan tersebut terdiri dari 1.734 pokok pikiran (Pokir) DPRD, 1.293 usulan tingkat desa/kelurahan, 41 usulan instansi vertikal, serta 302 usulan yang diarahkan ke tingkat Provinsi.
Ketua DPRD Bojonegoro, Abdulloh Umar, menyebutkan bahwa forum ini berfungsi sebagai ruang konsultasi publik untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat.
Proses negosiasi, harmonisasi, dan rekonsiliasi antara pemerintah dengan pemangku kepentingan diharapkan mampu mencapai konsensus mengenai prioritas pembangunan tahun 2027.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Bojonegoro, Edi Susanto, memaparkan transformasi lima isu strategis RPJMD 2025-2029.
Isu tersebut meliputi pengentasan kemiskinan dan pengangguran, penguatan SDM unggul, transformasi ekonomi berkelanjutan, kelestarian lingkungan terhadap bencana, serta tata kelola pemerintahan yang berkualitas.
Pembangunan Bojonegoro tahun 2027 mengusung tema ‘Perkuatan Ekonomi Bernilai Tambah dan Berkelanjutan, SDM Berkarakter, dan Tata Kelola Inklusif untuk Bojonegoro Bahagia, Makmur dan Membanggakan’.
Sinergi antara jajaran Forkopimda dan seluruh elemen daerah diharapkan terus terjaga demi kelancaran tahapan RKPD mendatang.(red)













