Usai KUSUMO, Bupati melanjutkan agenda dengan menghadiri Forum Medhayoh yang digelar di Balai Desa Semambung. Mengangkat tema “Pilar Ketersediaan Air, Kesejahteraan Petani, dan Pengentasan Kemiskinan”, forum ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat untuk menggali aspirasi dan membahas persoalan di lapangan secara partisipatif.
Dalam forum tersebut, berbagai isu krusial diangkat, mulai dari harga gabah yang belum stabil, pembangunan embung desa, pengelolaan Taman Jembatan Kare, hingga permohonan rehabilitasi gedung SDN Semambung dan perpanjangan layanan antar-jemput bagi siswa penyandang disabilitas.
Dialog berlangsung hangat dan solutif, terlebih dengan kehadiran para kepala OPD terkait seperti Dinas PUSDA, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, serta perwakilan Bulog, yang memberikan penjelasan dan tindak lanjut langsung kepada warga.
Melalui dua agenda ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan pentingnya pelayanan publik yang merata, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.
Program KUSUMO dan Forum Medhayoh bukan sekadar bentuk kunjungan seremonial, melainkan instrumen strategis untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil berpijak pada realita dan aspirasi warga.
Bupati Setyo Wahono berharap kegiatan ini dapat mempererat sinergi antara pemerintah dan masyarakat, demi mewujudkan Bojonegoro Bahagia, Makmur, dan Membanggakan.(sy)













