“Tahun ini luar biasa. Dari lima kontestan Bojonegoro yang lolos tingkat provinsi, empat di antaranya dari Madrasah Aliyah. Sekarang mereka lanjut ke tingkat nasional. Kami beri piagam dan uang pembinaan sebagai bentuk dukungan moral dan semangat untuk terus berprestasi,” jelasnya.
Solihul juga menyebutkan bahwa capaian ini tak lepas dari peran aktif para kepala madrasah, guru, dan pengawas yang bekerja keras membina siswa, meskipun sebelumnya prestasi madrasah di OMI belum maksimal.
“Alhamdulillah, berkat semangat bersama, anak-anak kita bisa bersaing dan menang. Ini patut kita syukuri dan kita jadikan momentum untuk terus melangkah maju,” tambahnya.
Keempat siswa yang kini bersiap menghadapi OMI Tingkat Nasional akan mewakili Jawa Timur membawa nama baik madrasah dan Kabupaten Bojonegoro.
Dengan semangat dan dukungan semua pihak, Kemenag Bojonegoro berharap madrasah tidak hanya unggul dalam karakter keislaman, tetapi juga tangguh dalam bidang sains dan teknologi.













