Pada Sabtu (29/11/2025) pagi, saat hendak mengantar anak ke sekolah, Alif kembali melihat empat truk tronton berjejer menunggu giliran masuk ke area CV.
Menurutnya, pemandangan itu sudah menjadi “rutinitas mengerikan” yang membuat warga tak pernah benar-benar merasa aman.
Warga menegaskan bahwa mereka tidak menolak aktivitas usaha, tetapi menuntut adanya kepedulian dan langkah konkret demi keselamatan lingkungan.
Mereka berharap pemerintah desa, kecamatan, hingga aparat terkait segera turun tangan untuk meninjau ulang rute truk, mengatur jam operasional, atau menetapkan jalur alternatif yang lebih aman.
Hingga berita ini dirilis, warga hanya bisa menunggu sambil berharap pemerintah tidak terus menutup mata terhadap masalah yang sudah lama membayangi kehidupan mereka. (Red/*)













