Lebih lanjut, ia menjabarkan bahwa Pemkab Bojonegoro juga melakukan mitigasi secara hulu terhadap berbagai akar masalah yang memicu kemiskinan.
Intervensi tersebut difokuskan pada penekanan angka pernikahan dini, penuntasan Anak Tidak Sekolah (ATS), penanganan stunting dan penyakit TBC, rehabilitasi rumah dengan alas lantai tanah, hingga penyediaan sambungan listrik gratis bagi keluarga prasejahtera.
Guna mendukung percepatan program penanggulangan kemiskinan di Kota Ledre, pemerintah daerah aktif menggandeng sektor swasta untuk terlibat langsung melalui optimalisasi alokasi dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
”Pengentasan kemiskinan di Bojonegoro dilakukan melalui pendekatan yang menyeluruh. Termasuk berkolaborasi dengan pihak swasta. Untuk melaksanakan program kerja KKN nanti, kalian juga harus terbuka berkolaborasi dengan seluruh stakeholders,” tegas Hj. Nurul Azizah.
Pelaksanaan pembekalan KKN Tematik Kolaboratif Unigoro yang dimoderatori oleh M. Rizqi Agustino, MBA., ini berjalan dinamis dan interaktif.
Mahasiswa-mahasiswi Unigoro memanfaatkan momentum tersebut untuk berdiskusi dan melakukan bedah kasus secara langsung bersama Wakil Bupati terkait potret sosial di lapangan.(red)













