Ads
PemerintahanRagamRegional

Hadirkan Owner Dasilva, Talkshow BWBF 2026 Kupas Tuntas Strategi Digital agar UMKM Bojonegoro Naik Kelas

syailendraachmad51
×

Hadirkan Owner Dasilva, Talkshow BWBF 2026 Kupas Tuntas Strategi Digital agar UMKM Bojonegoro Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
1000335326 copy 1024x682

Pelaku usaha harus mampu mengidentifikasi siapa calon pembeli mereka, mengukur daya beli ekonomi konsumen, memetakan masalah (pain points) yang dihadapi konsumen, hingga mengenali kebutuhan serta keinginan riil pasar.

​Sebagai senjata utama di era media sosial, ia membagikan empat pilar strategi digital yang wajib diterapkan UMKM diantaranya, Diferensiasi Produk (Menciptakan nilai unik produk yang berbeda total dari kompetitor), Adaptasi Tren (Tanggap dan adaptif terhadap perkembangan algoritma serta tren konten video pendek), Kekuatan Cerita / Storytelling (Mengemas promosi lewat narasi naratif yang menyentuh emosi konsumen), Personal Branding Founder (Memunculkan sosok pemilik usaha ke publik demi mendongkrak kredibilitas bisnis).

​“Di era digital saat ini, teknik storytelling atau narasi cerita itu jauh lebih mematikan dan penting daripada sekadar perang diskon harga. Selain itu, personal branding founder atau profil pemilik juga perlu dibangun secara organik untuk meningkatkan rasa percaya konsumen terhadap produk yang dijual,” tegasnya.

​Paparan materi yang interaktif ini memantik respons super antusias dari para peserta.

Ruang diskusi seketika hidup dengan rentetan pertanyaan kritis dari para pelaku UMKM yang ingin menembus kebuntuan pasar.

​Kusumawati, salah satu pelaku usaha asal Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, menjadi penanya pertama yang mencuri perhatian forum.

Ia melayangkan pertanyaan krusial mengenai taktik jitu memaksimalkan pemasaran media sosial namun dengan benturan keterbatasan anggaran (low budget marketing).

Pertanyaan tersebut langsung dijawab Dino dengan solusi pemanfaatan konten organik dan optimasi SEO lokal.

​Tingginya antusiasme peserta hingga akhir sesi membuktikan bahwa esensi pelaksanaan BWBF 2026 tidak hanya berhenti sebagai ajang pameran dan promosi produk kerajinan semata.

Lebih dari itu, festival tahunan ini sukses menjelma sebagai wadah inkubasi dan peningkatan kapasitas (up-skilling) SDM agar pelaku ekonomi kreatif di Bumi Angling Dharma semakin adaptif, tangguh, dan siap bertarung di lanskap pasar digital modern yang kompetitif. (red/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *