Ads
Pemerintahan

Hadir di Sedekah Bumi Desa Jono, Wabup Nurul Azizah Dorong Pengembangan Desa Wisata Berbasis Budaya

syailendraachmad51
×

Hadir di Sedekah Bumi Desa Jono, Wabup Nurul Azizah Dorong Pengembangan Desa Wisata Berbasis Budaya

Sebarkan artikel ini
IMG 20260530 WA0062

 

​BOJONEGORO||TRANSISINEWS – Suasana hangat, guyub, dan penuh kebersamaan mewarnai jalannya prosesi adat istiadat sedekah bumi di Desa Jono, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (29/5/2026).

Tradisi luhur yang dirawat secara turun-temurun oleh warga setempat ini mendapat perhatian khusus dari Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang hadir langsung di tengah-tengah masyarakat.

​Menariknya, kedatangan orang nomor dua di jajaran Pemkab Bojonegoro ini disambut riuh dan antusias oleh warga.

Wabup Nurul Azizah diarak menggunakan kendaraan tradisional delman menuju pusat lokus ritual adat.

Sambutan meriah ini menjadi potret autentik atas kuatnya komitmen kolektif warga dalam melestarikan warisan nenek moyang.

​Dalam arahannya, Wakil Bupati Nurul Azizah menegaskan bahwa ritual tahunan sedekah bumi bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan sebuah aset kebudayaan bernilai tinggi yang sangat potensial dikonversikan sebagai motor penggerak desa wisata berbasis kearifan lokal.

​“Eksistensi tradisi sedekah bumi yang tetap lestari ini adalah cerminan kekuatan budaya yang luar biasa. Jika modal sosial berupa kekompakan dan roh gotong royong warga ini terus dijaga, kami optimis Desa Jono memiliki peluang besar untuk bertransformasi menjadi desa wisata budaya unggulan yang membanggakan di Bojonegoro,” tutur Nurul Azizah.

​Wabup juga menitipkan pesan mendalam agar lini masyarakat konsisten melakukan aksi nguri-uri (merawat) kebudayaan Jawa, menjaga kelestarian ekologi lingkungan, mempererat tali kerukunan antarwarga, serta memelihara kesenian tradisional sebagai pilar penopang desa wisata.

​Agenda budaya ini turut dihadiri oleh jajaran perangkat desa, tokoh adat, anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro, jajaran Kepala OPD, hingga perwakilan dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur.

​Gayung bersambut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina, membeberkan kabar baik bahwa Desa Jono saat ini tengah resmi diusulkan untuk naik kelas menjadi desa wisata budaya melalui program strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

​Cetak biru pengembangannya sendiri mengadopsi konsep bertajuk “Selaras Jono” yang merupakan akronim dari Sentra Edukasi Langgam Budaya dan Ragam Seni Desa Jono.

Program integratif ini didesain khusus untuk mengunci orisinalitas potensi lokal sekaligus menjadi instrumen baru pengungkit roda ekonomi kreatif warga pedesaan.

​“Muara akhir dari program ini adalah mengantarkan Desa Jono berkembang menjadi destinasi wisata budaya yang mandiri, dikenal di kancah regional maupun nasional, serta mampu mendongkrak taraf kesejahteraan finansial masyarakat lokal,” papar Elzadeba optimis.

​Tak melulu soal estetika pariwisata, momentum kumpul warga ini juga dimanfaatkan secara cerdas oleh Pemkab Bojonegoro untuk menyosialisasikan program kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ninik Susmiati, turun langsung memaparkan implementasi layanan cek kesehatan gratis yang menjadi salah satu program prioritas unggulan daerah.

​Ninik menjelaskan, fasilitas kesehatan ini mengakomodasi hingga 20 jenis pemeriksaan klinis secara cuma-cuma yang haknya dapat diklaim oleh setiap warga setiap tahunnya.

Langkah jemput bola ini sengaja digencarkan agar masyarakat agraris di pedesaan memiliki benteng proteksi dini terhadap potensi penyakit kronis.

​“Indikator utama kemajuan desa dimulai dari kesehatan warganya. Jika ragawi kita sehat, maka produktivitas kerja di sektor pertanian maupun pembangunan desa akan berjalan optimal. Oleh karena itu, kami minta seluruh warga memanfaatkan fasilitas pemeriksaan gratis ini secara berkala,” pungkas Ninik.

​Di penghujung acara, Wakil Bupati Nurul Azizah kembali membakar semangat warga dengan mengingatkan bahwa keharmonisan sosial, jaminan kesehatan yang prima, dan kerja sama gotong royong adalah modal utama untuk mencetak Desa Jono sebagai kawasan yang maju, mandiri, namun tetap berkarakter budaya.(red/pim)