Gayung bersambut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina, membeberkan kabar baik bahwa Desa Jono saat ini tengah resmi diusulkan untuk naik kelas menjadi desa wisata budaya melalui program strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Cetak biru pengembangannya sendiri mengadopsi konsep bertajuk “Selaras Jono” yang merupakan akronim dari Sentra Edukasi Langgam Budaya dan Ragam Seni Desa Jono.
Program integratif ini didesain khusus untuk mengunci orisinalitas potensi lokal sekaligus menjadi instrumen baru pengungkit roda ekonomi kreatif warga pedesaan.
“Muara akhir dari program ini adalah mengantarkan Desa Jono berkembang menjadi destinasi wisata budaya yang mandiri, dikenal di kancah regional maupun nasional, serta mampu mendongkrak taraf kesejahteraan finansial masyarakat lokal,” papar Elzadeba optimis.
Tak melulu soal estetika pariwisata, momentum kumpul warga ini juga dimanfaatkan secara cerdas oleh Pemkab Bojonegoro untuk menyosialisasikan program kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ninik Susmiati, turun langsung memaparkan implementasi layanan cek kesehatan gratis yang menjadi salah satu program prioritas unggulan daerah.
Ninik menjelaskan, fasilitas kesehatan ini mengakomodasi hingga 20 jenis pemeriksaan klinis secara cuma-cuma yang haknya dapat diklaim oleh setiap warga setiap tahunnya.
Langkah jemput bola ini sengaja digencarkan agar masyarakat agraris di pedesaan memiliki benteng proteksi dini terhadap potensi penyakit kronis.
“Indikator utama kemajuan desa dimulai dari kesehatan warganya. Jika ragawi kita sehat, maka produktivitas kerja di sektor pertanian maupun pembangunan desa akan berjalan optimal. Oleh karena itu, kami minta seluruh warga memanfaatkan fasilitas pemeriksaan gratis ini secara berkala,” pungkas Ninik.
Di penghujung acara, Wakil Bupati Nurul Azizah kembali membakar semangat warga dengan mengingatkan bahwa keharmonisan sosial, jaminan kesehatan yang prima, dan kerja sama gotong royong adalah modal utama untuk mencetak Desa Jono sebagai kawasan yang maju, mandiri, namun tetap berkarakter budaya.(red/pim)













