Mereka diajarkan keterampilan hidup dasar, mulai dari memasak hingga manajemen kebersihan diri dan lingkungan yang disiplin.
“Di rumah, mungkin mereka jarang memegang sapu atau mencuci piring sendiri. Di sini, mereka ditempa untuk mandiri, disiplin, dan tahan uji. Inilah pendidikan karakter yang sesungguhnya,” tambah Anam.
Lebih dari sekadar keterampilan teknis, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak pribadi yang siap menghadapi tantangan zaman.
Dengan wawasan yang lebih luas dan jaringan pertemanan yang terbangun selama jambore, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan bermasyarakat kelak.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan kepramukaan tetap relevan sebagai instrumen pembentuk generasi muda yang berakhlakul karimah dan mandiri.(tss)













