Senada, Sekretaris TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Ginuk Karniati Nur Sujito, menambahkan bahwa esensi program Gayatri skala kecil ini bertumpu pada kemandirian pemenuhan gizi keluarga melalui pasokan protein hewani mandiri.
“Cukup dimulai dari beberapa ekor ayam kampung. Formula pakannya pun bisa menyiasati pemanfaatan sisa makanan rumah tangga yang diolah kembali, sehingga sangat ekonomis namun dampaknya luar biasa untuk kecukupan gizi anak dan keluarga,” beber Ginuk.
Usai merampungkan sesi pembinaan klinis, rombongan TP PKK langsung bertolak melakukan aksi sosial dengan mengunjungi lansia miskin sebatang kara, serta memantau anak-anak PAUD dan TK guna memonitor efektivitas program Gayatri di klaster domestik.
Di sisi lain, komitmen perbaikan indeks pembangunan manusia terus dipacu. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Agus Anshori, yang hadir sebagai pemateri menekankan pentingnya sinergi kolektif untuk memotivasi anak usia sekolah agar menuntaskan wajib belajar hingga 18 tahun.
Dinas Pendidikan Bojonegoro saat ini telah mengoperasikan aplikasi khusus penanganan Anak Tidak Sekolah untuk memetakan data secara by name by address.
Langkah ini didukung dengan daya tampung serta kapasitas lembaga pendidikan di Bojonegoro yang sudah sangat mumpuni.
“Kunci penanganan ATS ada pada kepedulian lingkungan. Dibutuhkan kerja keroyokan dan kolaborasi utuh mulai dari level keluarga, tokoh masyarakat, pemerintah desa, hingga dinas teknis untuk memastikan tidak ada anak Bojonegoro yang kehilangan hak dasarnya dalam mengenyam pendidikan layak,” tegas Agus Anshori.(red/*)













