Sally juga menyarankan agar momentum kehadiran artis nasional ini dimanfaatkan sebagai sarana branding kuliner dan wisata lokal.
“Dinas terkait harus mampu ‘menumpang’ branding. Misalnya, mempromosikan restoran khas Bojonegoro yang dikunjungi personel band, sehingga kunjungan wisata ikut terdongkrak,” imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan SDA Bojonegoro, Laela Noer Aeny, menyampaikan bahwa inisiatif BPR Bank Daerah ini merupakan bagian dari upaya memasyarakatkan Bank Milik Daerah (BUMD).
Ia menekankan peran BPR tidak hanya pada sektor perbankan murni, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan.
”Kami sangat mendukung inisiatif ini karena melibatkan sektor ekonomi kreatif. Kita ingin ada perputaran uang di sana, mulai dari UMKM yang berjualan hingga jasa lainnya. Dengan kemajuan BPR, kontribusi terhadap PAD juga akan meningkat yang nantinya kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan,” jelas Laela.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap kita semua dapat membantu menyosialisasikan program unggulan BPR Bank Daerah Bojonegoro.
Melalui sinergi antara hiburan dan penguatan ekonomi, diharapkan HUT ke-30 BPR ini membawa manfaat nyata bagi stabilitas ekonomi daerah.(red)













