Untuk mengantisipasi lonjakan stok, Bulog Bojonegoro mengoperasikan 4 kompleks gudang milik sendiri serta menyewa 11 kompleks pergudangan tambahan.
Total kapasitas penyimpanan yang dikelola saat ini mencapai sekitar 112 ribu ton.
Meski kapasitas gudang relatif penuh, Bulog menjamin mutu beras tetap terjaga melalui pengawasan kualitas (quality control) secara ketat sebelum didistribusikan ke masyarakat.
Ke depan, Bulog Bojonegoro berencana menambah kapasitas penyimpanan permanen dengan membangun dua unit gudang baru guna mengantisipasi peningkatan produksi di masa mendatang.
Umar Said mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terkait ketersediaan beras, termasuk dalam menghadapi potensi kemarau panjang.
Stok yang dikelola Bulog dipastikan mencukupi dan siap digunakan sewaktu-waktu untuk menjaga stabilitas pasokan maupun kebutuhan pemerintah di lapangan.(red)













