Situasi justru berbalik menjadi tidak kondusif saat beberapa orang tak dikenal menghampiri dan melontarkan kalimat bernada merendahkan profesi jurnalis.
”Salah satu orang yang berada di lokasi sempat mengatakan, ‘Mau minta uang atau mengemis?’” ungkap YL menirukan ucapan intimidasi tersebut.
Tekanan tidak berhenti di situ. Saat YL dan rekannya memutuskan untuk pulang karena tidak mendapat jawaban dari kepala sekolah, mereka mendapati pintu gerbang sekolah sempat ditutup rapat dan dikunci.
Tindakan ini membuat awak media merasa disekap dan mendapat intimidasi secara psikologis.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala SMAN 1 Kepohbaru, Mariyati, M.Pd., maupun pihak panitia sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pungutan bernominal besar tersebut maupun insiden dugaan intimidasi di area sekolah.
Redaksi berkomitmen untuk tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya bagi pihak sekolah guna memberikan informasi yang berimbang kepada publik.
Di sisi lain, masyarakat mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur serta instansi penegak hukum terkait segera turun tangan melakukan penelusuran.
Langkah tegas dinilai perlu dilakukan agar polemik ini tidak mencederai marwah dunia pendidikan dan menjaga kepercayaan publik terhadap instansi sekolah negeri. (Red)













