Menanggapi hal tersebut, Kabid Rehabsos Dinsos Bojonegoro, Nafiatin Ni’mah, menyambut baik masukan konstruktif dari pelaku usaha disabilitas.
Pihaknya menegaskan komitmen penuh Dinas Sosial untuk terus mengawal keberlanjutan program pemberdayaan ini agar tidak berhenti di tengah jalan.
Ke depan, Dinas Sosial juga akan berkolaborasi erat dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait guna memfasilitasi program pelatihan lanjutan.
Upaya ini dinilai penting untuk semakin mengasah keterampilan serta kapasitas manajerial para pelaku usaha disabilitas.
“Kami mengapresiasi masukan dari para pelaku usaha di lapangan. Dinas Sosial berkomitmen untuk terus mendampingi dan siap memperluas sinergi dengan OPD lain. Tujuannya agar pelatihan dan sarana pendukung bagi kawan-kawan disabilitas bisa semakin komprehensif,” ujar Nafiatin Ni’mah.
Sinergi lintas sektor yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, hingga kelompok kemitraan ini diharapkan mampu mendampingi UKM disabilitas secara menyeluruh (end-to-end).
Mulai dari sisi standardisasi produk berbasis medis (evidence-based), manajemen keuangan, hingga penguatan kompetensi produk agar mampu bersaing secara mandiri di pasar luas. (*/red)













