2. Akselerasi Normalisasi Sungai dan Saluran Pembuang (Afvoer)
Langkah ini efektif untuk memperbanyak kapasitas aliran air irigasi sekaligus memitigasi genangan saat terjadi anomali cuaca:
* Normalisasi sungai di Desa Gondang dan Desa Senganten (Kecamatan Gondang), serta Desa Duyungan (Kecamatan Sukosewu).
* Proses pengerjaan normalisasi Sungai Gandong di Desa Ngrejeng (Kecamatan Purwosari), serta proses normalisasi saluran Aafvoer di tiga titik kritis, yaitu Desa Kayulemah (Kecamatan Sumberrejo), Desa Sidomulyo (Kecamatan Kedungadem), dan Desa Tinumpuk (Kecamatan Purwosari).
3. Ekspansi dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi
Guna memastikan air mengalir efisien tanpa banyak menyusut akibat rembesan atau sedimentasi, Dinas PU SDA melakukan penataan jaringan irigasi di berbagai kecamatan, meliputi:
* Pembangunan Saluran & Jaringan Irigasi Baru, diantaranya di Kecamatan Padangan (2 titik), Ngraho (2 titik), Kasiman (1 titik), Kedewan (1 titik), Bojonegoro (1 titik), Gondang (3 titik), Sekar (2 titik); Sumberrejo (3 titik); Balen (5 titik), Dander (2 titik), Trucuk (4 titik), Kalitidu (2 titik), Kanor (1 titik), Kedungadem (2 titik), Baureno (3 titik).
* Rehabilitasi Saluran Irigasi Eksisting meliputi pemulihan performa jaringan Kecamatan Dander (4 titik), Padangan (5 titik), Trucuk (1 titik), Tambakrejo (2 titik), Kedewan (1 titik), Bubulan (1 titik), Ngraho (1 titik).
Retno Wulandari berharap melalui kombinasi perluasan tampungan embung/waduk, pembersihan aliran sungai/afvoer, serta penataan jaringan irigasi yang masif lintas sektor ini, dapat membantu memenuhi kebutuhan kelancaran air irigasi untuk pertanian.(sy/*)













