Apresiasi tinggi ditiupkan oleh Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak.
Menurut istri Emil Dardak ini, desain pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang visioner tidak boleh hanya bertumpu pada bangku sekolah, melainkan wajib ditopang oleh jaminan pemenuhan nutrisi yang higienis sejak fase golden age.
Arumi merinci, instrumen Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat mencakup habituasi positif yang fundamental, meliputi: rajin berdoa, gemar membaca/literasi, aktif berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, peduli kebersihan lingkungan, berani bermimpi, hingga konsisten memperjuangkan cita-cita tersebut.
“Sisi karakter yang hebat tidak akan pernah mekar secara optimal jika struktur fisik dan otak anak kekurangan gizi. Oleh sebab itu, asupan nutrisi dan pendidikan moral wajib berjalan seiringan. Telur adalah opsi terbaik karena kaya protein, mudah didapat, dan harganya sangat terjangkau oleh kantong masyarakat,” ulas Arumi Bachsin komunikatif.
Selain diisi dengan agenda senam riang dan sarapan telur rebus bersama, acara juga disisipi edukasi gizi seimbang serta sosialisasi penanganan aduan pelayanan anak.
Menariknya, di lokasi yang sama turut digelar sesi dialog podcast interaktif bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro yang membedah peta tantangan pengasuhan anak (parenting) di era digital, utamanya menyangkut pembatasan durasi layar (screen time) dan kecanduan gadget pada anak usia dini.
Merespons fenomena eksternal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, M. Anwar Murtadlo, menegaskan bahwa pihaknya menaruh perhatian serius terhadap kompetensi para pengajar di lapangan.
“Kami di jajaran Dinas Pendidikan terus memacu standardisasi dan kapasitas para guru PAUD/TK melalui serangkaian pelatihan digital. Tujuannya agar para guru mampu memanfaatkan teknologi secara bijak sebagai media pembelajaran interaktif yang suportif terhadap pembentukan karakter, bukan malah sebaliknya,” kunci Anwar Murtadlo tegas. (red/pim)













