BOJONEGORO||TRANSISINEWS-Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, melakukan kunjungan ke Desa Mejuwet pada Rabu (25/6/2025), untuk meningkatkan sinergitas dan kolaborasi dalam penurunan angka stunting.
Dalam kunjungannya, Cantika menekankan pentingnya peran TP PKK dalam menekan angka stunting melalui sosialisasi, edukasi, dan upaya pencegahan.
“Perlu ada keberlanjutan dalam penurunan angka stunting dengan melakukan pembinaan tematik bertema stunting, sehingga akan tercipta zero stunting baru di wilayah desa-desa maupun kecamatan-kecamatan,” ujar Cantika.
Cantika juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Bojonegoro telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam penurunan stunting, dengan peringkat 9 se-Jawa Timur. Angka stunting di Bojonegoro menurun 2,1% dari 14,1% pada 2023 menjadi 12% pada 2025.
Desa Mejuwet sendiri telah mencapai status “zero stunting” pada Juni 2025, berkat upaya keras kader PKK dan pemerintah desa. Cantika mengapresiasi keberhasilan ini dan berharap Desa Mejuwet dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain.
Dalam kunjungannya, Cantika juga melakukan pembinaan tematik tentang stunting dan memberikan bantuan simbolis bibit ikan, sembako, dan makanan bergizi untuk balita. Dengan upaya bersama, diharapkan angka stunting di Bojonegoro dapat terus menurun dan menciptakan generasi emas 2045.
“Semua itu bisa kita raih kalau pendidikan, kesehatan dan ekonomi kita baik. Hal itu juga bisa dimulai dari pencegahan terjadinya pernikahan dini,” kata Cantika.
Dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat, TP PKK Kabupaten Bojonegoro dan Desa Mejuwet berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya penurunan stunting dan menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan bahagia.(sy)













