Ads
Pemerintahan

Bupati Setyo Wahono Jadi Responden Sensus Ekonomi, Imbau Warga Berikan Data Jujur

syailendraachmad51
×

Bupati Setyo Wahono Jadi Responden Sensus Ekonomi, Imbau Warga Berikan Data Jujur

Sebarkan artikel ini
IMG 20260626 WA0050

BOJONEGORO||TRANSISINEWS– Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar oleh Badan Pusat Statistik.

Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi faktor determinan untuk menghasilkan basis data ekonomi yang akurat sebagai pijakan utama perumusan kebijakan pembangunan daerah di masa depan.

​Komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, yang menerima kedatangan tim petugas sensus di Rumah Dinas Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Pemkab Bojonegoro ini mengikuti seluruh proses wawancara dan pendataan secara langsung sebagai responden.

​Kehadiran petugas sensus di kediaman resmi bupati ini menjadi simbol kuat bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dilakukan secara menyeluruh dan menyasar seluruh lapisan masyarakat tanpa pengecualian.

​Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa sensus ekonomi merupakan langkah strategis nasional untuk memotret kondisi riil perekonomian masyarakat secara aktual.

Data yang dihimpun nantinya akan menjadi landasan krusial dalam menyusun program pembangunan serta kebijakan stimulan ekonomi yang lebih tepat sasaran, baik di tingkat makro maupun mikro.

​Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah daerah dapat memperoleh gambaran utuh mengenai peta perkembangan ekonomi masyarakat pasca-pandemi dan dinamika satu dekade terakhir.

Oleh karena itu, ia mengetuk kesadaran seluruh warga Bojonegoro untuk bersama-sama menyukseskan agenda besar ini.

​Setyo Wahono juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu atau khawatir saat menerima kedatangan petugas sensus di rumah maupun tempat usaha mereka.

Seluruh informasi yang diberikan oleh responden dijamin kerahasiaannya oleh undang-undang dan murni hanya digunakan untuk kepentingan statistik serta perencanaan pembangunan.

​Masyarakat diharapkan memberikan data yang jujur dan apa adanya sesuai kondisi riil di lapangan.

Informasi yang dikumpulkan dipastikan tidak akan disalahgunakan untuk kepentingan lain seperti perpajakan personal, melainkan murni menjadi dasar penyusunan intervensi kebijakan pemerintah agar pembangunan semakin merata.

​Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Bojonegoro, Syawaluddin Siregar, menjelaskan bahwa untuk wilayah Bojonegoro, pihaknya menerjunkan sebanyak 1.479 petugas sensus terlatih yang akan melakukan pendataan secara langsung dari rumah ke rumah atau door to door.

​Proses pencacahan lapangan ini dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih dua setengah bulan kedepan dan ditargetkan rampung hingga 31 Agustus 2026.

Sasaran sensus mencakup unit pelaku usaha rumah tangga hingga korporasi berbagai sektor yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.

​Dalam teknis pelaksanaannya, para petugas di lapangan dibekali dengan aplikasi digital berbasis telepon genggam untuk mempercepat transmisi data sekaligus meminimalkan kesalahan input data.

Kendati mengandalkan sistem digital, petugas juga tetap menyiapkan catatan instrumen lapangan konvensional sebagai dokumen pendukung taktis di lapangan.

​Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, pemerintah berharap dapat memperoleh rujukan data terbaru mengenai struktur ekonomi kemasyarakatan, tren perkembangan sektor usaha baru, hingga pergeseran pola konsumsi yang terjadi.

Data ini nantinya akan dievaluasi sebagai pijakan dalam merumuskan stimulus ekonomi yang efektif guna membuka lapangan kerja baru serta mendongkrak indeks kesejahteraan warga Bojonegoro.(red/pim)