Terkait persamasalahan yang diungkapkan petani, Bupati menegaskan bahwa Pemkab terus berupaya mengatasi permasalahan ketersediaan air bagi masyarakat. Salah satunya melalui pemetaan dan pengaliran sumber air bawah tanah.
Secara bertahap, potensi sumber-sumber air baru yang ditemukan tersebut akan dialirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak kekeringan.
“Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak guna menemukan sumber air tambahan yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Wahono menjelaskan terkait permasalahan banjir, Pemkab berencana akan membangun embung di wilayah Temayang. Sehingga harapan ke depan bila terjadi banjir tidak begitu besar dampaknya.
Wakil Pimpinan Bulog Bojonegoro Sinta mengatakan bahwa saat ini Bulog mendapat tugas untuk melakukan pembelian gabah kering panen langsung dari petani dengan harga Rp 6.500 perkilogram.
Harga yang ditetapkan pemerintah ini dapat dibayarkan kepada Gapoktan (gabungan kelompok tani) atau kepada petani secara langsung.
“Seperti hari ini kita akan melakukan pembayaran langsung kepada bapak Yatimin sebesar Rp 20.000.000 dan sisanya menunggu semua hasil panennya,” ucapnya.
Yatimin, salah satu petani setempat mengucapkan terimakasih kepada pemerintah yang telah peduli kepada masyarakat khususnya para petani. Dengan harga beli gabah yang ditetapkan pemerintah tahun ini menjadi sebuah keberkahan bagi petani.
“Alhamdulillah, panen kali ini sungguh luar biasa,” ungkapnya.
Selain itu, Yatimin juga berharap ketersediaan pupuk bagi petani. Juga ketersediaan air dan langkah menghindari banjir. Karena wilayah sawahnya jika musim tanam kedua sulit mendapatkan air sedangkan bila musim hujan terdampak banjir.
“Semoga pemerintah mempunyai solusi atas persoalan ini,” harapnya.(sy)













